Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Imbas Covid-19, Pasar Tradisional di Tasikmalaya Sepi Pembeli

Adi Kristiadi
12/4/2020 17:55
Imbas Covid-19, Pasar Tradisional di Tasikmalaya Sepi Pembeli
Pasar tradisional di Tasikmalaya biasanya ramai jelang Ramadan, kini sepi karena covid-19(MI/Adi Kristiadi)

SEJUMLAH pasar tradisional di Tasikmalaya mulai terdampak wabah virus korona atau Covid-19. Biasanya menjelang Ramadan pasar ramai pembeli, kini warga memilih di rumah daripda keluar.

Seperti terlihat di pasar tradisional  Cikurubuk dan Pancasila. Dagangan para pedagang di sana seperti cabai merah, cabai hijau, beras, bawang putih, bawang merah, minyak goreng, gula pasir dan kebutuhan lain hingga sore masih menumpuk.

"Semua pasar tradisonal selama ini sepi pembeli. Padahal kami  sudah menyiapkan kebutuhan bahan pokok jelang bulan Ramadan. Sepinya para pembeli, adanya beberapa barang yang selama itu disiapkanya sudah mulai membusuk seperti cabai, tomat dan sayuran lainnya," kata seorang pedagang sayuran, Hilda, 45, Minggu (12/4).

Pedagang lainnya, Dudung, 56, mengatakan, harga kebutuhan pokok menjelang bulan Ramadan sudah ada yang naik. Seperti gula pasir yang dijualnya sebesar Rp 15.800 per kilogram dari harga normalnya Rp12.000.
Bawang bombai, bawang putih masih tinggi harganya.

Untuk daging potong harganya turun, sebelumnya  Rp34 ribu perkg, sekarang harganya jadi Rp24 ribu.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kota Tasikmalaya, Firmansyah mengatakan, menjelang bulan ramadan dan idul fitri nanti semua kebutuhan tetap aman dan tidak terjadi kenaikan terkecuali gula pasir, bawang putih, dan daging sapi.

"Stok kebutuhan aman sampai Mei dan tidak ada kenaikan terkecuali gula pasir dan bawang putih. Namun, untuk pasokan beras masih tetap terpenuhi. Kami menyadari dampak korona pasar jadi sepi pembeli.. Kami tetap meminta agar pedagang tetap buka," paparnya.  (OL-13)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Muhamad Fauzi
Berita Lainnya