Sabtu 11 April 2020, 20:29 WIB

Tiga Provokator Penolakan Jenazah Covid-19 Dijerat Pasal Berlapis

Antara | Nusantara
Tiga Provokator Penolakan Jenazah Covid-19 Dijerat Pasal Berlapis

ANTARA FOTO/Abriawan Abhe
Petugas pemakaman menurunkan jenazah pasien COVID-19

 

POLDA Jawa Tengah menjerat tiga tiga orang yang diduga provokator penolakan pemakaman jenazah positif Covid-19 di Ungaran, Kabupaten Semarang, dengan pasal berlapis KUHPdan UU Nomor 4/1984.

"Disangkakan dengan pasal 212 dan 214 KUHP serta UU Nomor 4/1984 tentang Penangulangan Wabah," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah, Komisaris Besar Polisi Budi Haryanto,di Semarang, Sabtu.

Pasal 212 KUHP menyebut: Barang siapa dengan kekerasan atau dengan ancaman kekerasan melawan serang pejabat yang sedang menjalankan tugas yang sah, atau orang yang waktu itu menurut kewajiban undang-undang atau atas permintaan pejabat yang bersangkutan sedang membantunya, diancam karena melawan pejabat dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan.

Sementara pasal 214 KUHP menyatakan: Paksaan dan perlawanan tersebut dalam Pasal 212, bila dilakukan oleh dua orang atau lebih secara bersama-sama, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.

Menurut dia, pemakaman terhadap jenazah pasien positif COVID-19 sudah dilakukan sesuai prosedur yang ditentukan."Masyarakat tidak perlu resah. Pemakaman sudah dipersiapkan SOP dan tata caranya," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, masyarakat tidak boleh menolak sehingga warga yang menolak dikategorikan sebagai pihak yang melawan hukum.

Setelah kejadian ini, ia mengharapkan tidak ada lagi penolakan terhadap jenazah yang akan dimakamkan.

Sebelumnya diberitakan, seorang perawat RS Dr Kariadi di Semarang yang meninggal dunia dengan status positofvirus Corona sempat ditolak pemakamnnya di Ungaran.

Jenazah almarhum kemudian dimakamkan di makam keluarga RS Dr.Kariadi di tempat pemakaman umum Bergota Semarang.

Polda Jawa Tengah memproses hukum tiga orang yang diduga provokator penolakan pemakaman jenazah positif COVID-19 di Ungaran, Kabupaten Semarang.

Ketiga orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam penolakan pemakaman jenazah di TPU Siwarak pada 9 April 2020 tersebut masing-masing THP (31) BSS (54) dan S (60) masing-masing warga Sewakul, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.

Para tersangka itu berusaha memrovokasi dan menghalang-halangi petugas yang akan memakamkan jenazah pasien positif Corona itu.Ada sekitar 10 orang yang memblokade jalan masuk menuju TPU sehingga petugas tidak bisa melaksanakan tugasnya.(OL-4)

Baca Juga

DOK/PHI GROUP

Pelangi Hotel Internasional Kelola Taman Wisata Air Krakatau Kahai Beach Lampung

👤Media Indonesia 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 12:45 WIB
Hotel dan permainan air ini memiliki lokasi yang sangat strategis, karena berada di pinggir pantai, dengan pemandangan laut...
dok.ist

Meriahkan HUT RI, Relawan Des Ganjar Gaungkan Nilai Patriotisme dan Cinta Tanah Air

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 09:31 WIB
JARINGAN relawan Des Ganjar Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, memperingati HUT ke-77 RI dengan menggelar beragam perlombaan yang sangat...
Antara

Cegah Penyebaran PMK, Boyolali Perpanjang Penutupan Lima Pasar Hewan

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 09:27 WIB
Pemerintah Kabupaten Boyolali di Provinsi Jawa Tengah masih memperpanjang waktu penutupan lima pasar...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya