Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengucapkan terima kasih kepada warga di luar daerah yang memutuskan untuk bertahan dan tidak pulang kampung.
Setelah sempat terjadi lonjakan drastis, jumlah pemudik yang masuk ke Jawa Tengah berangsur menurun sangat signifikan.
Lonjakan pemudik ke Jawa Tengah tertinggi terjadi pada pekan terakhir Maret, terutama pada 31 Maret sebanyak 131.977 pemudik.
"Syukur alhamdulillah jumlah pemudik semakin menurun. Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat yang masih bertahan," kata Ganjar, Kamis
(9/4).
Ganjar mengatakan penurunan jumlah pemudik mulai menurun pada 1 April. Meskipun telah 489.700 warga Jateng yang telah berada di kampung halaman sepulang dari rantau.
Data tersebut terhitung sejak 27 Maret dengan jumlah pemudik yang mencapai 20.500 dan menurun pada 28 Maret menjadi 12.717 orang.
Baca juga: Ketua NasDem Papua Barat Sumbang Sembako ke Warga Disabilitas
Namun pada 29 Maret lonjakan mulai terjadi dengan masuknya 18.941 pemudik. Pada 30 Maret jumlah pemudik meningkat sangat signifikan, dalam satu hari jumlah pemudik sebanyak 72.429.
Lonjakan kembali terjadi 31 Maret dengan masuknya 131.977 pemudik. Pada 1 April jumlah tersebut mulai menurun menjadi 20.005 orang, 2 April ada 15.919 pemudik.
Pada 3 April kembali terjadi lonjakan dengan masuknya 87.378 pemudik, pada 4 April turun jadi 26.919, 5 April jadi 38.098.
Baca juga: RS Rujukan Covid-19 di Padang Kekurangan Masker N95
Dan pada 6 April jumlah pemudik benar-benar turun drastis dengan hanya 6.361 pemudik dan 7 April menjadi 4.636 pemudik yang masuk ke Jawa Tengah.
"Sampai hari ini kalau kita lihat persentase terjadi penurunan. Maka saya berterima kasih betul," katanya.
Untuk mereka yang tetap bertahan tersebut Ganjar memastikan, pemerintah akan mencukupi kebutuhannya, minimal kebutuhan dasar yang akan disalurkan oleh pemerintah pusat.
"Tidak boleh kita diamkan begitu saja, mesti kita urus. Agar pengorbanan mereka untuk tidak mudik tidak membawa tambah sengsara, setidaknya pada kebutuhan dasar mereka," kata Ganjar. (X-15)
Faktor muatan berlebih, suhu mesin tinggi, kemacetan stop and go, hingga kondisi jalan yang rusak berpotensi memicu keausan komponen yang tidak langsung terasa.
Setelah perjalanan mudik jarak jauh di atas 500 km, terutama jika kendaraan kita yang umumnya sempat membawa beban berlebih, pemeriksaan dasar menjadi sangat penting.
Bagi pemilik mobil hybrid seperti HEV dan PHEV, pemeriksaan dasar pada ban, rem, dan kaki-kaki tetap menjadi kewajiban. Namun, sistem kelistrikan dan baterai memerlukan atensi tambahan.
Dalam satu hari tersebut, jumlah transaksi pengisian daya mencapai 18.088 kali dengan total konsumsi energi sebesar 427.980 kWh.
Fokus utama petugas saat ini adalah memastikan kelancaran kendaraan yang masuk ke arah Jakarta setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi pada arus mudik.
Berdasarkan data Posko Angkutan Lebaran periode 22 Maret hingga 25 Maret 2026 pukul 14.00 WIB (H hingga H+3), jumlah penumpang yang kembali ke Jawa baru mencapai 36,4% dari total pemudik.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved