Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
Pasien sembuh covid-19 di Jawa Tengah (Jateng) bertambah lagi, sehingga jumlah pasien dirawat di beberapa rumah sakit (RS) berkurang. Namun, secara keseluruhan jumlah kasus positif covid-19 masih bertahan di angka 120 orang.
Dari data Dinas Kesehatan Provinsi Jateng diketahui jumlah pasien sembuh dari korona bertambah 3 orang. Ini meningkat dari sebelumnya 11 orang menjadi 14 orang. Mereka sudah dipulangkan dari RS.
Berikut ini rincian pasien sembuh dari RS, yaitu 2 orang di RSUD Dr Moewardi, 5 orang di RS Elisabeth, 4 orang di RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang dan RSUP Kariad, lalu RSUD Tidar Kota Magelang serta RS Banjarnegara masing-masing satu orang.
Secara keseluruhan, hingga saat ini jumlah pasien positif covid-19 di Jateng sebanyak 120 orang dengan 88 orang masih dirawat di berbagai RS rujukan di 35 kabupaten/kota.
Sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) di Jateng sebanyak 430 orang dan orang dalam pemantauan (OPD) berjumlah 14.161 orang.
"Meningkatnya jumlah OPD tersebut karena mulainya mudik dini warga perantauan di beberapa daerah di Jateng ini," kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.
Baca juga: Sebaran Korona di Jateng Merata, Warga Diminta Patuhi Pemerintah
Terkait dengan 18 pasien positif covid-19 yang meninggal, Ganjar mengatakan bahwa jumlah tersebut adalah akumulatif dari sejak awal penanganan covid-19. "Sebagian besar berusia di atas 50 tahun serta sudah mempunyai riwayat bawaan," lanjutnya.
Menurut Ganjar, pasien covid-19 di Jateng disebabkan beberapa hal, di antaranya bawaan dari luar daerah Jateng, misalnya baru pulang dari luar negeri atau dari daerah pandemi (zona merah). Lalu, mereka menularkan ke warga lain, sehingga perlu dilakukan berbagai upaya untuk pencegahan.
Selain pencegahan, lanjut Ganjar, pihaknya juga menyediakan sarana dan prasarana medis yang memadai dan juga terus melakukan sosialisasi kepada warga hingga ke desa dan kelurahan. "Agar mereka tetap mewaspadai dan mengantisipasi dengan tetap menjaga kesehatan serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan," ujarnya.
Ganjar juga meminta warga untuk memakai masker. "Cuci tangan dan kurangi kumpul-kumpul. Saya juga minta warga
perantauan tidak mudik demi orang tua dan keluarga di sini," pungkasnya. (OL-14)
Sebagian warga Bumiayu memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman karena rumah mereka terdampak banjir. Tak hanya itu, ratusan hektare tanaman padi juga rusak.
Sekda Provinsi Jateng turun langsung mengawal proses pencarian pendaki asal Colomadu, Karanganyar, Yazid Ahmad Firdaus (26), yang dilaporkan hilang di Bukit Mongkrang lereng gung Lawu.
Selain hujan ekstrem, wilayah terdampak berada pada Sub DAS Penakir, bagian hulu Sub DAS Gintung, dengan kondisi lereng agak curam hingga sangat curam
Gelombang tinggi berlangsung di perairan Jawa Tengah hingga 4 meter hingga berdampak mengganggu aktivitas pelayaran.
Penyemaian dilakukan pada area target di perairan utara Jawa Tengah dengan jarak 52–82 nautical mile dari Bandara Ahmad Yani Semarang.
Cuaca ekstrem berpotensi merata di seluruh daerah di Jawa Tengah sehingga warga diminta untuk waspada terhadap dampak yang ditimbulkan.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
DALAM beberapa minggu terakhir, rumah sakit dan klinik di wilayah Jabodetabek mencatat peningkatan signifikan pasien dengan gejala flu yang mirip covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved