Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
MESKI Riau sudah ditunjuk untuk menjadi jejaring laboratorium pemeriksaan sampel Covid-19 berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) Nomor: HK. 01.07/Menkes/214/2020, hingga kini daerah penghasil migas itu masih belum bisa melakukan pengujian sendiri. Riau masih bergantung mengirimkan sampel korona ke laboratorium Kemenkes Jakarta.
Berdasarkan Kepmenkes Nomor: HK. 01.07/Menkes/214/2020 untuk wilayah kerja Riau terdapat dua jejaring laboratorium rujukan. Pertama Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Jakarta sebagai laboratorium memiliki fungsi surveilans dan kedua Rumah Sakit Arifin Achmad Pekanbaru sebagai laboratorium tidak memiliki fungsi surveilans.
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad (RSUDAA) Nuzelly Husnedi mengatakan laboratorium di RSUDAA belum mempunyai kelengkapan alat uji sampel Covid-19. Pihaknya beralasan masih mengupayakan pengadaan alat tersebut.
"Laboratorium RSUDAA belum punya alat pemeriksaan PCR (Polymerase Chain Reaction), dan sekarang sedang percepatan selengkapinya," kata Nuzelly di Pekanbaru, Senin (30/3).
Senada dengan itu, Kepala Dinas Kesehatan Riau Mimi Yuliani Nazir menegaskan RSUDAA belum sebagai laboratorium pemeriksaan sampel Covid-19.
"Uji sampel untuk Riau seperti yang tertera di keputusan Menkes itu. Tapi RS AA belum sebagai laboratorium untuk uji sampel," tegasnya.
Sementara Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Riau dokter Indra Yovi mengatakan kesiapan laboratorium di Riau untuk pengujian cepat atau rapid test kasus korona. Di antaranya laboratorium RSUD Arifin Achmad dengan koordinasi dan kolaborasi bersama Fakultas Kedokteran Universitas Riau (Unri) serta Dinas Peternakan yang mempunyai alat konfirmasi Polymerase Chain Reaction (PCR).
"Rapid test itu untuk deteksi massal. Ini metode screening massal. Jadi hasil rapid test belum tentu positif mengidap Covid-19. Harus dipastikan lagi oleh alat PCR di laboratorium. PCR ini ada di Dinas Peternakan dan kita akan kolaborasi. Apabila hasilnya positif, pasien akan diisolasi di rumah," jelas Yovi.
Menurut Yovi, dalam waktu dekat kepastian Riau akan diizinkan untuk melakukan pengujian sampel virus korona dapat diketahui. Dengan bisa melakukan pengujian sendiri di laboratorium di Riau maka dapat memangkas waktu dan masalah terbatasnya alat pelindung diri (APD) bagi tim paramedis korona.
"Dalam minggu ini hasilnya keluar. Kalau bisa periksa sampel sendiri, kita tidak perlu mengirim lagi ke Jakarta. Maka hasilnya dapat cepat diketahui," ungkapnya.
Sejauh ini, Riau telah menerima total sebanyak 6.800 alat rapid test Covid-19 dan 2.000 set APD. Sebanyak 4.800 atau 4 boks rapid test merupakan jatah bantuan pemerintah pusat dan sisanya dari bantuan pihak lainnya. Ribuan alat rapid test akan dikirimkan ke kabupaten dan kota dengan prioritas pemeriksaan kepada dokter dan tenaga medis serta orang dalam pemantauan (ODP).
baca juga:
Dari update data Covid-19 Riau di situs corona.riau.go.id diketahui terdapat 10.678 ODP dengan 10.576 orang masih proses pemantauan dan 102 orang selesai pemantauan. Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 105 orang dengan masih dirawat 74 orang, pulang dan sehat 30 orang, serta meninggal dunia 1 orang. Adapun jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Riau sebanyak 2 orang dengan 1 orang masih dirawat dan 1 orang sembuh. (OL-3)
POLISI mengamankan sembilan orang terkait jual beli dan perusakan fasilitas satgas di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Rabu (21/1).
Kebijakan tersebut dirancang agar pertambangan rakyat benar-benar menjadi instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat dan tidak dikuasai pemodal besar.
BBKSDA Riau menurunkan tim ke lapangan menyusul laporan kemunculan harimau sumatra di area tambang minyak bumi PT Bumi Siak Pusako (BSP), Siak, Riau.
Sebuah kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Koridor PT RAPP Kilometer 10, Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan menyebabkan dua orang meninggal dunia.
Sebanyak 6.000 penari berkumpul dalam keselarasan gerak yang memukau untuk membawakan Tari Zapin Masal di Pekanbaru, Riau.
SEORANG warga bernama Zulfikar mengaku bertemu harimau Sumatra di Dusun 04, Desa Teluk Masjid, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau.
Para ilmuan baru-baru ini telah menemukan virus corona baru pada kelelawar di Brasil yang memiliki kemiripan dengan virus MERS yang dikenal mematikan.
Hal itu meningkatkan kemungkinan bahwa virus tersebut suatu hari nanti dapat menyebar ke manusia, demikian yang dilaporkan para peneliti Tiongkok.
Pemberian berbagai bansos diperlukan untuk menjaga daya beli masyarakat.
“Saya beserta jajaran anggota DPRD DKI Jakarta turut berduka cita sedalam-dalamnya atas berpulang ke Rahmatullah sahabat, rekan kerja kami Hj. Umi Kulsum."
Para peneliti melengkapi setiap relawan dengan pelacak kontak untuk merekam rute mereka di arena dan melacak jalur aerosol, partikel kecil yang dapat membawa virus.
Mensos Juliari berharap bantuan ini berdampak signifikan terhadap perputaran perekonomian lokal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved