Sabtu 28 Maret 2020, 20:13 WIB

Wali Kota Cirebon Tolak Lockdown karena tidak Menguntungkan

Nurul Hidayah | Nusantara
Wali Kota Cirebon Tolak Lockdown karena tidak Menguntungkan

MI/Nurul Hidayah
Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis

 

KOTA Cirebon, Jawa Barat, belum menerapkan kebijakan karantina wilayah atau yang biasa disebut lockdown dalam rangka memutus penyebaran pandemi virus korona (covid-19) karena tidak menguntungkan.

Hanya saja, Kota Cirebon memberlakukan pengetatan terhadap semua aktivitas warga. "Kota Cirebon tidak memberlakukan kebijakan lockdown," kata Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis, Sabtu (28/3).

Baca juga: Anak Labuan Bajo Sumbang Wastafel untuk RSUD Komodo

Menurut Azis, kebijakan lockdown sangat tidak menguntungkan bagi perekonomian. Sehingga, Azis menginstruksikan kepada semua masyarakat agar bisa mematuhi kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah.

Baca juga: Gubernur Sumut Keluarkan 15 Seruan ini untuk Tangani Covid-19

Seperti, tidak berkerumun di tempat umum, menjaga jarak, serta rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan hand sanitizer.

"Pemkot Cirebon secara ketat akan melakukan upaya untuk memutus dari penyebaran covid-19," ujarnya.

Adapun warga Kota Cirebon mulai mempersiapkan secara mandiri sejumlah perlengkapan dalam mengatasi pandemi virus.

Seperti warga RW 08 Simaja Selatan, Kelurahan Drajat,  Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, yang menyiapkan bilik untuk penyemprotan disinfektan.

Bilik sederhana berukuran sekitar 1x1,5 meter tersebut dibuat dari kayu yang  dikelilingi oleh plastik. Disiapkan semprotan disinfektan di dalamnya.

Di sebelahnya disiapkan tong dilengkapi dengan keran yang berisi air  serta botol berisi sabun. "Ini semua disiapkan warga, swadaya dari  warga," ungkap ketua RW 08 Simaja Selatan, Bobby Sandy Gautama.

Ada tiga bilik yang disiapkan di lingkungan mereka. Warga yang  baru bepergian menurut Bobby diwajibkan untuk datang dulu ke dalam bilik  untuk disemprot disinfektan dan mencuci tangan. Setelah itu mereka baru diperbolehkan untuk masuk ke rumah masing-masing.

Selain bilik disinfektan dan tempat mencuci tangan di  beberapa titik, pengurus RW juga menyiapkan Balai Pertemuan Kampung (Baperkam) sebagai tempat isolasi. "Jika ada yang ingin melakukan isolasi mandiri, kami siapkan tempatnya di sini," ungkap Bobby.

Menurut dia, semua  sudah tersedia di Baperkam, mulai dari ruang pendingin udara, jaringan internet, dan televisi. "Tinggal tempat tidurnya yang akan kita  siapkan," ungkap Bobby. (Ant/X-15)


 

Baca Juga

dok.camat katingan

Banjir di Katingan Tengah Surut Aktivitas Warga Kembali Normal

👤Surya Sriyanti 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 11:01 WIB
SEJUMLAH desa di Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalteng, dilanda banjir selama 3 hari dari tanggal 5 hingga 7 Agustus....
MI/Arnold

Disayangkan Potensi Rumput Laut Nusa Penida Minim Sentuhan Teknologi

👤Arnoldus Dhae 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 10:00 WIB
POTENSI rumput laut Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali sangat luar biasa. Namun, belum ada ada sentuhan teknologi dan permodalan untuk...
MI/Mitha Meinansi

Pembangunan Masjid Nursiah Daud Paloh di Sigi Capai 80 Persen

👤Mitha Meinansi 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 09:30 WIB
 PERKEMBANGAN pembangunan fisik Masjid Nursiah Daud Paloh yang berdiri juga diatas tanah wakaf dari Hajjah Nilam Sari Lawira tersebut,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya