Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI lingkungan di Kalimantan Selatan menolak dan menuntut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk membatalkan Permen LHK P. 106/2018 yang mengeluarkan kayu ulin (eusideroxylon zwageri) dan tumbuhan terancam lainnya sebagai tanaman dilindungi. Hal ini ditegaskan Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalsel, Kisworo Dwi Cahyono, Selasa (10/3) dalam perbincangan bersama Pena Hijau Indonesia.
"Kebijakan MenLHK ini memperlihatkan keberpihakan pemerintah terhadap investasi tanpa memperhatikan kekayaan sumber daya alam hayati yang nyaris punah di Kalimantan. Karena itu kita menolak dan menuntut KLHK membatalkannya," tegasnya.
Pemberlakuan Permen LHK nomor 106/2018 tersebut dinilai akan membuka ruang bagi para pemburu kayu atau flora eksotis bernilai ekonomi tinggi, untuk diperdagangkan secara masif. Pada akhirnya akan semakin menghancurkan keanekaragaman hayati dan meningkatkan ancaman bencana ekologi. Hal yang sama juga dikemukakan Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Gusti Muhammad Hatta, yang mempertanyakan kebijakan Menteri LHK nomor P.106/2018 yang di dalamnya mencabut status 10 jenis kayu dan salah satunya kayu ulin sebagai kayu dilindungi.
Mantan Menteri LHK dan Menristek era SBY tersebut mengatakan katakan yang terjadi selama ini meski dilindungi dan perdagangannya dilarang penebangan dan perdagangan kayu ulin, terus berlangsung. Umumnya kalau mau mengeluarkan dari daftar merah suatu jenis flora atau fauna, harus ada rekomendasi dari lembaga ilmiah dan di Indonesia LIPI.
"Sejauh ini LIPI belum keluarkan rekomendasi. Sedangkan untuk pohon gaharu tidak masalah dikeluarkan dari daftar merah, karena budidayanya sudah banyak," tuturnya.
baca juga: Polres Lamongan Ancam Penimbun Masker
Hutan Kalsel merupakan habitat tumbuhan Ulin yang tersebar di beberapa wilayah di luar kawasan konservasi, di antaranya di Tanahbumbu, Kotabaru, Tanahlaut, Tabalong, Banjar, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah dan Tapin. Seperti diketahui kayu ulin tumbuh secara alami di hutan alam dengan populasi terbatas. Kayu ulin mesti dilindungi karena
eksploitasi besar-besaran kayu ini akan menghilangkan identitas masyarakat adat Dayak dan Banjar. Hubungan masyarakat adat dayak dengan ulin itu tidak dapat dipisahkan, kayu ulin dianggap sakral oleh masyarakat adat Dayak di Kalimantan. (OL-3)
Menag juga mencontohkan perilaku ramah lingkungan dalam ibadah, seperti anjuran Nabi SAW untuk berhemat air saat berwudu.
Baterai kertas umumnya menggunakan substrat berbasis selulosa, yakni kertas, sebagai struktur utama yang digabung dengan material elektroda dan elektrolit yang aman serta mudah terurai.
Anggota DPR RI Komisi VII Novita Hardini menegaskan bahwa upaya penurunan emisi gas rumah kaca dapat dimulai dari langkah yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat.
Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak perempuan Indonesia mengambil peran aktif dalam menjaga dan melestarikan lingkungan.
Peserta diajak meningkatkan kesadaran untuk menjaga kelestarian Bumi dari ancaman seperti polusi, perubahan iklim, dan menurunnya kualitas sumber daya alam.
Selain memberikan dampak lingkungan dan sosial, inovas ini menghasilkan dampak ekonomi signifikan dan terukur bagi masyarakat Desa Kedungturi.
Tumpukan gelondongan kayu terlihat di permukiman Tabiang Bandang Gadang, Nanggalo, Padang, Sumatra Barat.
Kayu-kayu besar yang ditemukan pascabencana merupakan konsekuensi dari rusaknya lapisan-lapisan vegetasi akibat aktivitas manusia.
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup atau KLH akan panggil perusahaan yang diduga berkontribusi terhadap gelondongan kayu di Batang Toru awal pekan depan terkait banjir Sumatra
Menurut Prof Dodik, kayu-kayu besar dan kecil yang tampak berserakan di lokasi bencana tidak berasal dari satu penyebab tunggal.
Bareskrim Polri menyelidiki asal muasal material kayu gelondongan yang terbawa arus saat banjir bandang dan longsor di Sumatra Utara (Sumut) dan Sumatra Barat (Sumbar).
Manajer Kehati menduga banyaknya kayu yang hanyut dalam jumlah besar saat banjir bandang di Sumatra amat mungkin terkait aktivitas pembalakan liar atau degradasi hutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved