Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) terjadi di wilayah Kecamatan Medang Kampai, Dumai, Riau dan Kota Langsa, Aceh pada Kamis (27/2). Lokasi karhutla di Riau, berada di sekitar Jalan Datuk Manan, Kelurahan Teluk Makmur.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo mengatakan BPBD setempat bersama dengan personel gabungan segera memadamkan api yang telah melahap lahan seluas kurang lebih 5 hektare.
"Lahan yang terbakar dimiliki oleh seorang warga setempat. Lahan terbakar berupa semak belukar dan gambut ini masih dalam penyelidikan pihak berwenang," kata Agus dalam keterangannya, Kamis (27/2)
Menurutnya, pemadaman api mengerahkan 74 personel gabungan seperti dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api dan pihak swasta.
"Upaya yang dilakukan para personel gabungan ini berupa pemadaman dan penyekatan. Tantangan selama operasi pemadaman yaitu angin yang berhembus kencang serta tersediaan air," sebutnya
Di samping itu, akses menuju area terbakar hanya bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua.
Sementara itu, karhutla juga terjadi di Kota Langsa, Aceh. Berbeda dengan kondisi banjir di wilayah Jakarta dan sekitarnya, cuaca panas diduga sebagai sumber kebakaran.
Namun demikian, pihak berwenang sedang melakukan investigasi penyebab terbakarnya lahan yang ditanami sawit dan rumput. Luas area terbakar sekitar 2.000 meter persegi.
"Api yang muncul sekitar pukul 14.05 WIB berhasil dipadamkan oleh personel BPBD dan personel gabungan dari TNI, Polri, damkar setempat," pungkas Agus.
Pusdalops BNPB memonitor telah terjadi karhutla tidak hanya di kedua wilayah tersebut, tetapi juga di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau sejak pekan pertama Februari 2020. Di samping itu, karhutla juga terdapat di Kabupaten Aceh Selatan, Aceh dan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. (Fer/OL-09)
UPAYA pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus dilakukan secara intensif.
Dari sebanyak 8 lokasi Karhutla di Riau, wilayah Kabupaten Pelalawan merupakan daerah yang cukup luas terdampak.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau resmi menetapkan status siaga darurat Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) per Jumat (13/2) yang berlaku hingga 30 November 2026 mendatang.
KEBAKARAN hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Provinsi Riau terus meluas dan bahkan telah menembus hingga 745,5 hektare (ha).
JUMLAH titik panas atau hotspot sebagai indikator karhutla di Riau terus melonjak. Berdasarkan pantauan terakhir satelit ditemukan sebaran titik panas yakni 336 di sumatra
Awal 2026 yang seharusnya berada dalam periode musim hujan justru ditandai dengan lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di ekosistem gambut.
Dari sebanyak 8 lokasi Karhutla di Riau, wilayah Kabupaten Pelalawan merupakan daerah yang cukup luas terdampak.
Candi Muara Takus merupakan salah satu situs cagar budaya paling signifikan di Sumatra dengan nilai sejarah dan arkeologis yang sangat tinggi.
HARIMAU Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae) berusia remaja menuju dewasa dilaporkan muncul di sekitar pemukiman penduduk di RT.14/RW.14 Desa Benteng Hulu, Siak, Riau.
Seekor gajah jantan dewasa berusia sekitar 40 tahun ditemukan mati mengenaskan dengan kondisi kepala terpotong di area konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP), Pelalawan, Riau.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan tidak akan memberi toleransi kepada pelaku pembunuhan gajah yang ditemukan mati dalam kondisi dimutilasi.
Gakkum Kehutanan memeriksa PT RAPP terkait kematian Gajah Sumatera di Riau. Investigasi fokus pada pemenuhan kewajiban perlindungan satwa di areal konsesi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved