Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PERTEMUAN massa udara dan kondisi labilitas udara yang menyebabkan cuaca ekstrem tidak hanya membuat Jakarta dirundung banjir. Sejumlah kota pesisir juga mengalami derita serupa.
Di Pekalongan, Jawa Tengah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah mencatat ada 3.154 rumah terendam di Kecamatan Siwalan dan Tirto. "Sebanyak 4.254 keluarga terdampak, dan 600 keluarga di antaranya harus mengungsi," ujar Kepala BPBD Budi Rahardjo.
Hujan sehari sebelumnya telah menyebabkan sejumlah sungai meluap. Banjir diperkirakan lama surut, karena hujan masih turun di daerah ini dengan intensitas sedang dan tinggi, kemarin.
Para pasien di RUSD Kraton, Pekalong-an, juga merasakan kerepotan karena banjir. Sebanyak 20 pasien di antaranya harus dievakuasi karena banjir masuk ke ruangan mereka hingga ketinggian 50 sentimeter.
Tidak hanya Pekalongan, banjir juga merendam 10 desa di Kabupaten Batang. Bupati Wihaji berharap Gubernur Jawa Tengah segera menormalisasi sungai, sehingga tidak terjadi banjir lagi di masa mendatang. Warga di Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, juga harus mengungsi karena banjir mengepung mereka. Banjir terparah menimpa Desa Mulyasari.
"Ketinggian air mencapai 2 meter. Kami menyiapkan 4 lokasi pengungsian untuk warga," tutur Camat Pamanukan, Ela Nurlela.
Masih di Jawa Barat, banjir membuat siswa SDN 1, Banyalangu Kidul, Gegesik, Kabupaten Cirebon tidak bisa sekolah. Hanya saja untuk siswa kelas 6, yang sedang melaksanakan latihan ujian, prosesnya digelar di masjid desa.
"Banjir sudah mengepung sekolah sejak dua hari lalu. Kami terpaksa meliburkan siswa kelas 1-5, sampai banjir surut," ujar Kepala SDN 1 Banyalangu Kidul, Durotin.
Sementara itu, di Karawang, 10.529 rumah di 14 kecamatan juga meng-alami nasib serupa. Curah hujan yang tinggi selama tiga hari terakhir, drainase tersumbat, dan sifon yang tersumbat sampah menjadi penyebab banjir. Di luar Jawa, banjir juga mengepung sejumlah kecamatan di pesisir timur Kabupaten Tanjungjabung Timur, Jambi. (HT/AS/RZ/UL/CS/SL/LD/DG/RF/DW/AD/JS/N-2)
Bencana yang terjadi dengan demikian bukan sarana memecah belah umat, apalagi provokasi gerakan-gerakan antikeindonesiaan.
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
Grup UT akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak serta memperkuat sinergi dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah
Peninjauan banjir Pekalongan dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak sekaligus mengecek kesiapan penanganan banjir secara berlapis.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Lurah Jimbaran, I Wayan Kardiyasa mengatakan di wilayahnya ada tiga rumah warga yang masih tergenang air hujan selain juga halaman sekolah TK Kumara Sari.
Warga desa yang terbiasa hidup dengan keterbatasan dinilai lebih mudah beradaptasi saat harus kehilangan harta benda.
HINGGA malam hari ini Kota Denpasar dan Bali umumnya masih diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Data yang dihimpun BPBD Kabupaten Badung hingga Selasa (24/2) pukul 09.00 Wita sejak Senin (23/2) pukul 18.00 Wita, menyebutkan ada 8 kejadian banjir di Kuta dan 1 di wilayah Kuta Selatan.
Bantuan benih diberikan setelah sebanyak 1.031 petani yang terdampak banjir mengadu dan beraudiensi langsung ke Plt Bupati Asep Surya Atmaja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved