Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Petani Keluhkan Sulit Dapatkan Pupuk Bersubsidi

MI
23/4/2015 00:00
Petani Keluhkan Sulit Dapatkan Pupuk Bersubsidi
(MI/PALCE AMALO)
MENJELANG musim tanam kedua, petani di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi. Para petani resah karena mereka sudah memesan pupuk jauh sebelum masa pemupukan.

"Saat ini kita memesan pupuk agar pada masa pemupukan tidak kesulitan. Saya memesan pupuk bersubsidi pada kelompok tani di luar kampung, sedangkan kelompok tani di desa saya sudah tidak memiliki stok. Apalagi sampai sekarang kami belum mendapatkan jatah," kata Wardi, petani Desa/Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, kemarin.

Saat ini para petani di desa itu sedang menebar benih untuk persemaian. Adapun pemakaian pupuk baru dilakukan pada saat padi berumur dua hari setelah tanam.

Sebaliknya, Fahim, petani dari Desa/Kecamatan Dander, tidak khawatir dengan stok pupuk bersubsidi karena sejauh ini cukup aman.

Terkait dengan antisipasi kelangkaan pupuk, Dinas Pertanian, Perkebunan, Peternakan, dan Kehutanan (Distanbunakhut) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, sudah memanggil sejumlah distributor dan pemilik kios termasuk produsen pupuk yang ada di wilayah tersebut. Kepala Distanbunakhut Kabupaten Cirebon Muhidin menjelaskan dalam pertemuan yang dilakukan pekan lalu, ia meminta semua pihak memperhatikan distribusi pupuk saat musim tanam gadu.

"Pada saat musim tanam rendeng, petani di Kabupaten Cirebon sempat kesulitan mencari pupuk bersubsidi. Kami tidak ingin kejadian tersebut terulang lagi terutama saat petani sudah melakukan tanam secara serentak di musim tanam gadu," jelasnya.

Saat ini sekitar 20% areal persawahan dari total 43 ribu hektare di Kabupaten Cirebon sudah mulai ditanami padi. Muhidin juga menekankan agar pemilik kios tidak membeli pupuk dari pihak lain. "Pembelian pupuk harus dari jalur distribusi resmi produsen pupuk yaitu PT Petrokimia maupun PT Pupuk Kujang," kata Muhidin. (YK/UL/PT/N-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya