Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR melanda tujuh daerah di Jawa Tengah, Kabupaten dan Kota Pekalongan dinyatakan darurat bencana setelah 2.320 rumah warga terendam dan ribuan jiwa dari 3.576 keluarga terdampak banjir mengungsi.
Baik Pemerintah Kabupaten Pekalongan maupun Kota Pekalongan menyatakan darurat bencana banjir, sehingga berbagai upaya mengatasi bencana maupun korban dilakukan dengan cepat serta pengerahan kekuatan yang ada.
"Kita nyatakan darurat bencana hingga akhir Februari ini dan bisa diperpanjang sesuai kondisi," kata Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti, Jumat (21/2).
Di Kabupaten Pekalongan, kata Arini Harimurti, jumlah rumah terendam banjir mencapai 2.320 unit yang tersebar di sembilan desa yaitu di Kecamatan Siwalan di Desa Mejasem 257 rumah dihuni 367 keluarga, Desa Tengenwetan 556 rumah dihuni 1.000 keluarga, Desa Sipait 130 rumah dihuni 130 keluarga.
Kemudian di Kecamatan Tirto yakni Desa Pucung 60 rumah dihuni 122 keluarga, Desa Sambirejo 110 rumah dihuni 121 keluarga, Desa Pacar 632 rumah dan dihuni 990 keluarga, Desa Karangjompo 300 rumah dihuni 491 keluarga dan Desa Tegaldowo 255 rumah dihuni 325 keluarga serta di Kelurahan Bener, Kecamatan Wiradesa 20 rumah dihuni 30 keluarga.
Pengungsian terjadi di Desa Pacar, Kecamatan Tirto, lanjut Arini, karena rumah tidak dapat lagi dihuni akibat terendam banjir hingga mencapai 1 meter. "Ada 240 jiwa mengungsi di Masjid Dupatek, namun untuk desa lain meskipun terendam nasih dapat dihuni," imbuhnya.
Mengatasi kondisi ini, ujar Arini, BPBD terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk nenyiapkan lokasi pengungsian dan dapur umum, sedangkan bantuan logistik baik itu makanan dan obat-obatan terus disalurkan ke korban bencana.
Penetapan darurat bencana juga dilakukan Pemkot Pekalongan, Wakil Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan setelah ditetapkanya status tersebut, Pemkot akan menggunakan dana cadangan untuk keperluan penanganan banjir yakni membuka dapur umum dan tindakan tanggap darurat.
"Status darurat bencana berlaku hingga Kamis (27/2) melalui SK Wali Kota Pekalongan hingga dapat mengeluarkan dana cadangan untuk penanganan banjir," kata Djunaid.
Bantuan untuk korban bencana, lanjut Djunaid, seperti obat-obatan, makanan, popok untuk bayi dan selimut terus dialirkan kepada korban baik yang ada di pengungsian naupun yang masih bertahan di rumah-rumah. "Posko bencana kita pusatkan di kawasan Stadion Hoegeng," imbuhnya. (X-15)
GUBERNUR Jawa Tengah Ahmad Luthfi menghadirkan langsung pimpinan KPK untuk memberikan arahan dan pembekalan kepada para kepala daerah dan DPRD di wilayahnya.
Akan tetapi, katanya, mulai Kamis ini, kondisi atmosfer menunjukkan peningkatan pertumbuhan awan yang berpotensi memicu hujan di wilayah Cilacap dan sekitarnya.
SEJUMLAH pemudik Lebaran 2026 yang pulang ke Jawa Tengah (Jateng) mengaku merasakan hasil geliat pembangunan yang ada di provinsi ini.
KAPOLDA Jawa Tengah (Jateng), Ribut Hari Wibowo, memastikan situasi keamanan dan ketertiban selama libur Lebaran 2026 di wilayahnya hingga saat ini terpantau aman dan kondusif.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Jawa Tengah akan lebih kering (di bawah normal). Cek jadwal awal kemarau dan puncak kekeringan di wilayah Anda.
Dishub Jateng membuka posko mudik terpadu yang memantau arus mudik dan balik Lebaran 2026 melalui CCTV 24 jam di titik rawan macet.
PASANGAN suami istri yang merupakan pemudik dari Bogor, Jawa Barat, mengalami insiden memilukan. Keduanya terbawa hanyut arus deras di saluran drainase Cianjur.
Dalam tinjauannya, Menteri PU Dody Hanggodo menyambangi embung di Desa Padakaton guna melihat langsung titik pemicu luapan air.
DKI Jakarta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir seiring meningkatnya risiko cuaca ekstrem dan memastikan pompa pengendali banjir siaga
Hujan dengan intensitas cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir di daerah itu mengakibatkan banjir dan merendam ratusan rumah.
Demi keamanan, warga kini bekerja dengan perlengkapan pelindung dan memastikan aliran energi tetap padam hingga kondisi benar-benar kering.
Faktor ekonomi menjadi pertimbangan utama bagi para penyintas. Harga yang sangat terjangkau membuat kios ini menjadi primadona bagi warga yang sedang merintis kembali hidupnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved