Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Jokowi dalam kunjungannya kembali ke lokasi bencana banjir dan longsor di Sukajaya, Kabupaten Bogor, Senin (3/2), mengintruksikan percepatan relokasi korban.
Terkait itu, Jokowi meminta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Bupati Bogor Ade Yasin, segera menentukan lokasi relokasi warga Bogor yang terdampak banjir dan longsor. Hal itu agar segera dieksekusi oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Karena pada dasarnya pemerintah pusat sudah siap.
Relokasi diperlukan untuk menghindari terulangnya bencana yang sama kepada warga. Selain itu, lahan-lahan di Sukajaya masuk zona merah bencana.
Dikatakan Presiden, bila lahan relokasi sudah siap, pembangunan infrastrukturnya akan ditugaskan ke Kementerian PUPR untuk membangun rumah-rumah bagi warga yang direlokasi.
"Begitu land clearing, Kementerian PUPR masuk secepatnya. Kita sudah siap. Hanya tinggal penentuan lokasi di gubernur dan bupati," kata Presiden Jokowi.
Berdasarkan identifikasi sementara, setidaknya terdapat 2194 unit rumah warga terdampak banjir dan longsor yang harus direlokasi. Diperkirakan kebutuhan lahan untuk relokasi seluas 81,7 hektare dengan lahan yang tersedia sebagian dari milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII Cikasungka, sebagian milik perusahaan non PTPN, dan sisanya lahan milik masyarakat.
Presiden mengatakan, jika lahan yang akan digunakan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN), pemerintah pusat akan turun tangan.
"Kalau memang itu memakai lahan PTPN itu bagian dari pemerintah pusat. Perintahkan kepada Menteri BUMN agar segera diberikan. Secepat-cepatnya," ujar Presiden.
Selain pembukaan akses jalan dan kesiapan pembangunan hunian relokasi, Kementerian PUPR, melalui Ditjen Cipta Karya juga telah menyalurkan berbagai sarana dan prasarana.
Untuk sarana air bersih dan sanitasi yakni Hidran Umum (HU) sebanyak 27 unit, toilet portable 5 unit, WC Knowckdown 2 set, biofil 1 unit, genset 5 unit, pompa alkon 4 unit, dan Pipa HDPE sepanjang 1.300 meter.(OL-4)
Naiknya tinggi muka air Bendung Katulampa ini terjadi sejak Kamis (22/1) siang. Hal tersebut bisa terjadi karena wilayah puncak Bogor diguyur hujan.
Korban adalah gurandil atau penambang emas tanpa ijin (PETI) yang menggali, mencari emas di sekitar area pertambangan milik Aneka Tambang (Antam) UBPE Pongkor.
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Kabar yang menyebutkan adanya ledakan maupun ratusan orang terjebak di dalam lubang tambang. Menurut dia, informasi yang menyebut angka 700 korban berasal dari kesalahpahaman
Masyarakat diimbau waspada, terutama di wilayah Bogor yang diprediksi akan mengalami hujan lebat disertai potensi bencana hidrometeorologi.
Antam, sambung dia, memastikan bahwa tidak terdapat kejadian ledakan sebagaimana yang diinformasikan dalam konten yang beredar, serta tidak ada karyawan Antam
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved