Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
POLA hidup yang tidak sehat berkontribusi besar terhadap serangan penyakit, salah satunya kanker. Asupan makanan yang mengandung lemak jenuh, serta minimnya olahraga juga berpotensi besar mengundang gangguan kesehatan tersebut.
Menurut Senior Consultant Medical Oncology Parkway Cancer Centre, Zhi Ying Kiat, kanker rentan menyerang orang yang tidak menerapkan pola hidup sehat. Salah satunya asupan makanan sembarangan yang bisa menyebabkan kanker usus.
"Hindari makanan-makanan yang memicu kanker, seperti daging merah, makanan berlemak," katanya saat diskusi kesehatan melalui video conference yang diselenggarakan Parkway Cancer Centre, di Bandung, Kamis (30/1).
Selain daging merah seperti sapi, dia juga mengimbau maayarakat untuk mengurangi konsumsi makanan cepat saji. Menurutnya, makanan olahan inipun sangat rentan mengundang kanker.
"Makanan yang dibakar terlalu matang harus dikurangi. Sate jangan terlalu gosong," katanya seraya mengimbau masyarakat agar banyak mengonsumsi buah-buah dan sayuran yang kaya serat.
Bukan hanya itu, dia juga mengingatkan agar masyarakat rajin berolahraga jika ingin meminimalikan risiko penyakit kanker. Selain untuk menggerakkan tubuh, ini penting agar terhindar dari kegemukan (obesitas).
Dia menyebut orang yang obesitas lebih rentan terkena kanker. Lebih lanjut Zhi menjelaskan, orang yang terkena kanker usus akan mengalami berbagai gejala seperti perut kembung, buang air besar yang tidak teratur. "Yang paling terlihat apabila fesesnya ada darah. Ini yang harus diwaspadai," katanya.
Baca juga: Kemenkes akan Teliti Kandungan Bajakah Untuk Kanker
Jika sudah terasa, dia menyarankan agar segera diperiksa secara medis. "Ambil sampel feses untuk diperiksa," katanya.
Potensi sembuh akan lebih besar jika pasien kanker segera diobati. Pada stadium I, menurutnya peluang sembuh mencapai 80%. Ini akan berkurang jika sudah memasuki stadium II, yakni antara 60-80%.
"Stage III peluang sembuhnya 30-60%. Stage IV dari 100 orang, hanya 10 orang bisa bertahan sampai lima tahun," katanya.
Di tempat yang sama, Manajer CanHope Bandung, Risma Yanti, mengatakan, pihaknya merupakan lembaga nonprofit yang siap membantu pasien kanker.
"Kami memberi layanan informasi mengenai kanker. Treatmen, penyembuhannya, pengobatan, kemudian ada sesi konsultasi gratis," katanya.
Selain itu, pihaknya pun akan membantu pasien dan keluarga yang akan menjalani pengobatan di Parkway Cancer Centre yang berada di Singapura.
"Apabila keluarga pasien ingin tahu di Singapura seperti apa, jadwal dokter, biaya, kita siap membantu," katanya. (BY/A-1)
Berdasarkan studi terkini, jumlah kasus kanker di tanah air diprediksi meningkat hingga lebih dari 70% pada 2050 jika upaya preventif dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini.
KANKER adalah pertumbuhan sel yang tidak normal. Sel yang tumbuh tersebut dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya hingga menyebabkan kematian.
Musisi Ari Lasso kenang perjuangan haru bersama Vidi Aldiano saat sama-sama melawan sakit di IGD. Vidi wafat di usia 35 tahun pada Sabtu (7/3). Simak kisahnya.
Sebuah laporan terbaru menunjukkan adanya perubahan tren kasus colorectal cancer atau kanker kolorektal di Amerika.
Minyak sawit sering dianggap berbahaya. Simak fakta ilmiah tentang komposisi lemak, risiko kanker, obesitas, dan kesehatan jantung yang jarang diketahui publik.
Efektivitas terapi kanker harus berjalan selaras dengan kondisi fisik dan psikologis pasien.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved