Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI Marcello Tahitoe atau Ello mengaku menjadi korban dari investasi bodong PT Kam and Kam melalui aplikasi bernama MeMiles.
Pelantun lagu Pergi Untuk Kembali mengungkapkan hal tersebut seusai diperiksa selama sekitar delapan jam sebagai saksi di Mapolda Jawa Timur, di Surabaya, Selasa (14/1).
"Saya datang sebagai saksi, saya member, top up, dan dapat reward secara prosedur. Saya lumayan kaget ketika mendengar rilis dari Polda Jatim," ujar Ello.
Ello menyebut dirinya sebagai korban investasi beromzet Rp761 miliar, dan merasa cukup terganggu akan hal tersebut. "Saya di sini selain sebagai korban, nama saya juga tersebut atau terseret ke masalah ini dan ini cukup mengganggu saya. Reward saya nanti akan dikembalikan," ujarnya.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan Ello dicecar 45 pertanyaan seputar keikutsertaannya sebagai member dalam aplikasi MeMiles. "Kami melakukan proses ini sesuai aturan yang berlaku," kata dia.
Ia mengungkapkan, sebagai member, Ello telah mendapatkan reward kendaraan roda empat atau mobil berjenis sedan. "Ke depan penyidik akan melakukan analisa. Ini masih dalam proses penyidikan, nanti kami akan sampaikan kembali," katanya.
Sebelumnya, Kapolda Jawa Timur Irjen Luki Hermawan mengungkapkan figur publik Eka Deli merupakan koordinator artis pada kasus investasi melalui aplikasi MeMiles.
"ED merupakan koordinatornya dan tidak menutup kemungkinan ada artis lain yang masuk sebagai member atau korban. Saat ini sedang kami dalami siapa yang terlibat," ujarnya di Surabaya, Senin (13/1).
Ia mengungkapkan, sebelum diperiksa Eka Deli telah menyerahkan mobil yang merupakan reward dari investasi PT Kam and Kam.
"ED menyerahkan mobil dan telah ditangani anggota di Jakarta. Kami prioritaskan menarik semua aset dari PT Kam and Kam," ucapnya.
Pada pengembangan pemeriksaan atas kasus investasi bodong MeMiles, polisi menemukan ada ratusan mobil yang menjadi reward, termasuk empat mobil milik pejabat Lembaga Pemasyarakatan (LP). "Semua mobil mewah yang merupakan reward akan kami tarik," kata dia.
Dalam kasus tersebut, polisi mengamankan uang nasabah sebesar Rp122 miliar dan menetapkan empat tersangka yakni dua direksi berinisial KTM, 47, dan FS. 52. Dua tersangka lainnya Master Marketing MeMiles berinisial ML atau E, 54, dan kepala IT berinisial PH, 22.
Polisi juga mengamankan 18 unit mobil, dua sepeda motor, dan beberapa barang berharga lainnya, termasuk 120 unit mobil yang sudah diberikan ke anggota dan akan ditarik oleh Polda Jatim sebagai barang bukti. (X-15)
Baca juga: Penyanyi Ello Diperiksa Polda Jatim soal Kasus Investasi Bodong
Baca juga: Lagi, 125 Fintech Peer to Peer Lending Ilegal Ditemukan
INDUSTRI fintech lending atau pinjaman daring (pindar) di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan dari tahun ke tahun
OJK meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan langkah antisipatif guna menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat penegakan hukum dan sinergi lintas pemangku kepentingan guna menjaga stabilitas sektor keuangan.
Mahkamah Agung resmi melantik Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK periode 2026–2031. Simak daftar lengkap nama pejabat baru OJK
OJK mencatat ketahanan permodalan berada pada level yang sangat kuat, memberikan ruang ekspansi sekaligus bantalan risiko yang memadai
Penerbitan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 36 Tahun 2025 menjadi tonggak baru dalam penguatan tata kelola layanan kesehatan di industri asuransi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved