Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN Sumatra Barat menangkap aktivisi lembaga Pusat Studi Aktivitas Pusat (Pusaka), Sudarto, 45, yang diduga melakukan tindak pidana dengan menimbulkan rasa kebencian melalui media sosial ketika perayaan Natal di Kabupaten Dharmasraya.
"Petugas Polda melalui Ditreskrimsus menangkap pelaku di kediamannya," kata Kabid Humas Polda Sumbar, Komisaris Besar Pol Stefanus Satake Bayu Setianto, di Padang, Selasa (7/1).
Ia mengatakan, pelaku ditangkap sekitar pukul 13.30 WIB di rumahnya yang berada di Jalan Veteran, Purus. Menurut dia, dari keterangan saksi dan keterangan ahli ditambah petunjuk dari foto layar telepon selular dinding Facebook dengan nama akun Sudarto Toto.
Ia mengatakan dalam dinding Facebook tersebut pelaku dengan sengaja menyebar informasi yang menimbulkan permusuhan baik individu maupun kelompok berdasarkan suku agama ras dan antargolongan (SARA) serta menyebarkan berita bohong.
Ia mengatakan dari pelaku pihaknya mengamankan satu unit ponsel pintar dan laptop atau komputer jinjing yang diduga digunakan untuk menyebar berita di media sosial
Ia menjelaskan saat ini Sudarto masih dalam tahap pemeriksaan di Polda Sumbar. Apabila memenuhi unsur akan dilakukan penahanan terhadap aktivis tersebut.
"Sekarang dalam pemeriksaan dan bisa saja langsung ditahan," kata dia.
Baca juga: Gempa 6,4 SR di Samudra Hindia Terasa hingga Gunungsitoli
Pelaku sendiri disangkakan Pasal 45 A Ayat 2 juncto Pasal 28 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Setelah itu, Pasal 14 Ayat 1 dan Ayat 2 UU 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.
"Pelaku ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan akan diproses lebih lanjut," ucap dia.
Sementara itu, Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang, Wendra Rona Putra, yang mendampingi Sudarto selama proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Mapolda Sumbar, membenarkan penangkapan tersebut. Sudarto ditangkap Direskrim Polda Sumbar, Selasa siang, berdasarkan laporan masyarakat.
"Berdasarkan Laporan Polisi (LP) tanggal 29 Desember 2019 atas nama Harry Permana (Ketua Pemuda Dusun (Jorong) Kampung Baru di Desa (Nagari) Sikabau), melaporkan Sudarto atas penyebaran informasi melalui akun Facebook yang berpotensi menyesatkan atau bohong atau tidak benar. Pelapor mendapat informasi bahwa Nagari Sikabau melakukan pelarangan kegiatan ibadah Natal yang setelah ditelusuri informasi tersebut bersumber dari akun Sudarto. Menurut pelapor berdasarkan surat dari Wali Nagari Sikabau bahwa Nagari Sikabau tidak pernah melakukan pelarangan ibadah Natal, di mana yang benar Wali Nagari hanya melarang jemaah dari luar Nagari Sikabau untuk datang dan ikut melaksanakan ibadah Natal," terang Wendra.
Wendra menambahkan, hingga saat ini, status Sudarto adalah tersangka penangkapan.
"Untuk 1x24 jam. Belum tahu ditahan atau belum," ujarnya. (Ant/OL-1)
UU ITE 2024 tidak menghapus sanksi pidana bagi penyebar hoaks dan ujaran kebencian. Regulasi baru justru memperjelas batasan jenis kebohongan digital
Kepolisian mengungkap motif ekonomi di balik tindakan Adimas Firdaus alias Resbob yang menghina suku Sunda saat melakukan siaran langsung di media sosial.
Kepolisian Daerah Jawa Barat resmi menetapkan YouTuber Muhammad Adimas Firdaus, yang dikenal dengan nama Resbob, sebagai tersangka dalam kasus dugaan ujaran kebencian
Adimas Firdaus, atau yang dikenal dengan nama Resbob, sempat berupaya berupaya melarikan diri setelah tersandung kasus ujaran kebencian
Polda Jabar menekankan, dugaan ujaran kebencian yang dilontarkan pelaku dalam tayangan media sosialnya telah menimbulkan keresahan serta reaksi luas di tengah masyarakat.
Resbob ditetapkan sebagai tersangka karena konten siaran langsung (live streaming) di kanal YouTube miliknya yang memicu kegaduhan.
Pelajari kepanjangan SARA dan pengertiannya secara sederhana. SARA adalah Suku, Agama, Ras, Antargolongan. Hindari konflik dengan toleransi. Baca sekarang!
Pahami SARA: arti, jenis, dan pengaruhnya di masyarakat. Pelajari dampak SARA dan cara menjaga harmoni sosial dalam artikel ini!
Untuk diketahui, saat ini, Pilkada 2024, sudah memasuki tahapan tanggapan masyarakat. Setelah KPU mengumumkan para bakal pasangan calon memenuhi syarat administrasi.
KETUA Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia disoroti setelah menyinggung sosok "Raja Jawa" saat berpidato di Munas Golkar beberapa waktu lalu.
BEBERAPA waktu lalu para musisi turut merespons dengan situasi yang terjadi di Indonesia. Hal itu berkaitan dengan tuntutan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang UU Pilkada dan revisi PKPU
ormas dilarang memasang spanduk, baliho, banner dan sejenisnya yang menimbulkan potensi konflik sosial
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved