Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
KERUSAKAN lingkungan di sejumlah daerah belum bisa diatasi hingga akhir 2019 ini. Daerah kaya timah, Bangka Belitung, misalnya, harus menuai kerugian tak terhingga akibat rusaknya terumbu karang.
Penambangan timah tidak lagi dilakukan di daratan saja. Penambang, dengan mesin-mesin penyedotnya, juga sudah menguras potensi timah dari perairan.
Akibatnya, Direktur Wahana Lingkungan Hidup Bangka Belitung, Jessix Amundian, mengklaim kerusakan terumbu karang hingga mati sudah mencapai luas 5.270 hektare. “Kerusakan itu sangat memengaruhi kehidupan 16.240 nelayan, yang sebenarnya memiliki potensi perikanan tangkap hingga 1 juta ton lebih per tahun.”
Setiap 1 kilometer persegi terumbu karang sehat, menurut dia, bisa menghasilkan 20 ton ikan. Di depan anggota DPRD Bangka Belitung, kemarin, Jessix mengungkapkan kerusakan perairan laut di Bangka Belitung terjadi akibat aksi ponton isap ilegal dan kapal isap produksi. Kerusakan terumbu karang sudah terjadi pada 5-6 tahun terakhir. Karena itu, pada tahun depan, Persatuan Nelayan dan Masyarakat Pesisir Babel akan terus berjuang untuk menolak tambang laut.
Selama setahun terakhir juga ditandai dengan terjadinya abrasi di pantai utara Jawa Tengah yang semakin parah. Selain telah menggerus daratan, merusak pantai, dan menghilangkan daratan rata-rata 100 hektare per tahun, abrasi juga menenggelamkan perkampungan warga. Ribuan warga pun harus rela merelokasi diri.
Kisah duka itulah yang dialami ribuan warga dari Desa Senik dan Tambaksari di Kabupaten Demak, Desa Bulak di Kabupaten Jepara, serta Jetuksari dan Pantaisari di Kota Pekalongan.
“Dulu posisi pantai sekitar 100 meter dari sekarang ini. Warga terpaksa bergeser karena rumah mereka hilang,” ujar Alimin, 57, warga Bedono, Kecamatan Sayung, Demak.
Wakil Bupati Demak, Joko Sutanto, sepakat abrasi di wilayahnya sudah tergolong parah. “Sudah 798 hektare lahan hilang. Harus ada upaya penyelamatan.”
Pemerintah berusaha mengatasi soal ini dengan membangun tanggul raksasa sepanjang pantai di Pekalongan, Kota Semarang, dan Demak. (RF/AS/N-2)
Studi terbaru mengungkap evolusi biofluoresensi pada ikan sejak zaman kuno. Ternyata, terumbu karang mempercepat kemunculan "neon" alami ini.
Dari perairan yang sempat minim kehidupan, terumbu karang kini kembali berwarna dan mangrove tumbuh semakin kokoh di pesisir Desa One Ete dan Pulau Bapa, Kabupaten Morowali. Rehabilitasi
Ilmuwan temukan fakta mengejutkan dari fosil telinga ikan: rantai makanan terumbu karang menyusut drastis akibat aktivitas manusia. Simak dampaknya!
KECERDASAN buatan (AI) kini melampaui sekadar asisten digital atau pengolah teks.
Kerentanan di perairan Raja Ampat salah satunya karena ketidakakuratan peta navigasi elektronik global (ENC) yang sering gagal memotret profil terumbu karang yang dinamis.
Studi terbaru mengungkap terumbu karang bertindak sebagai "konduktor" yang mengatur ritme harian mikroba laut, melampaui perubahan musiman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved