Senin 30 Desember 2019, 17:14 WIB

Pencarian Korban Bus Sriwijaya Masuk Jurang Dihentikan

Dwi Apriani | Nusantara
Pencarian Korban Bus Sriwijaya Masuk Jurang Dihentikan

MI/Dwi Apriani
Tim gabungan Basarnas menghentikan pencarian korban bus Sriwijaya yang terjun ke jurang di Liku Lematang Pagaralam, Senin (30/12/2019).

 

PENCARIAN korban bus Sriwijaya tujuan Bengkulu-Palembang yang jatuh di Liku Lematang Pagaralam, Sumatra Selatan dihentikan. Hal itu karena hingga hari ketujuh pencarian tidak lagi menemukan korban bus nahas tersebut. Tim evakuasi gabungan baik dari Basarnas, BPBD, Polri dan masyarakat resmi menutup operasi pencarian terhadap korban bus Sriwijaya yang jatuh pada 24 Desember 2019.

"Operasi pencarian korban resmi ditutup hari ini (hari ketujuh usai kecelakaan terjadi)," kata Kapolres Pagaralam Dolly Gumara, Senin (30/12/2019).

Ia menerangkan pihaknya menilai bus kecelakaan akibat sang sopir ugal-ugalan atau tidak sesuai standar mengemudikan kendaraan.

"Hingga hari ini jumlah korban yang kita temukan ada 48 orang. Rinciannya 35 korban meninggal dunia dan 13 orang selamat," kata dia.

Dikatakan Dolly, dari hasil penyelidikan awal diketahui kecelakaan akibat laju kendaraan terlalu tinggi. Bahkan akibat kecepatan tinggi bus lepas kendali dan terjun ke jurang.

"Untuk penyebab kecepatan tinggi, ini juga bisa jadi rem blong. Masih kita dalami bersama tim laboratorium di Polda Sumsel," kata Dolly.

Bahkan sebelum bus terjun ke jurang di Sungai Lematang, tercatat sudah dua kali bus menabrak kendaraan lain. Sopir juga dikenal ugal0ugalan karena sempat menabrak pengendara dari arah berlawanan.

"Sempat dua kali kecelakaan di Kapahiang dan Pendopo. Menurut saksi-saksi si sopir ini agak ugal-ugalan juga. Bahkan ditegur juga sama penumpang sebelum kejadian," katanya.

baca juga: Warga Palu Ramai-Ramai Turunkan Kelas BPJS Kesehatan

Untuk pemeriksaan lebih lanjut, kini ada beberapa bagian bus Sriwijaya yang dibawa ke laboratorium. Hal ini untuk memastikan lebih detail terkait kecelakaan beberapa waktu lalu.

"Perkara ini masih ditangani sama Polres dan Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel. Untuk di lokasi hanya tinggal bangkai bus saja, itu tergantung pihak bus apakah dia mau ambil atau tidak," tandasnya. (OL-3)

 

 

Baca Juga

MI/ALEXANDER P TAUM

Lembata Siapkan Rp260 Miliar untuk Perbaikan Jalan

👤Alexander P Taum 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 19:15 WIB
Dana pinjaman senilai Rp225 miliar, lanjutnya, akan digunakan untuk peningkatan mutu jalan yang menghubungkan pusat-pusat kecamatan ke ibu...
MI/BAGUS SURYO

Menteri Pertanian Lepas Ekspor Jeruk Purut ke Prancis dan Belanda

👤Bagus Suryo 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 19:10 WIB
Menteri Pertanian mendorong pengembangan komoditas hortikultura berbasis kawasan untuk mendongkrak volume ekspor hingga tiga kali...
DOK Ecolab.

Tiga Sekolah di Dataran Tinggi Bali Peroleh Air Minum Berkualitas

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 18:53 WIB
Tim Ecolab mengadopsi 3 dari 5 sekolah tersebut untuk memeriksa sarana air bersih untuk minum di sekolah tersebut dan menemukan koliform,...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya