Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
PENCARIAN korban kecelakaan bus Sriwijaya yang masuk jurang di liku Lematang Pagaralam, Selasa (24/12) dini hari, dihentikan sementara. Hal itu
karena hari sudah malam (gelap), sementara berbahaya bagi tim evakuasi jika harus dilanjutkan. Mengingat lokasi kejadian adalah jurang dalam dengan aliran Sungai Lematang yang sangat deras arusnya.
Pencarian korban yang diduga masih 13 orang lagi belum ditemukan akan dilanjutkan Rabu (25/12) pagi besok.
"Basarnas beserta BPBD, TNI, Polri, dan masyarakat yang membantu pencarian korban kecelakaan bus sudah semaksimal mungkin lakukan pencarian hari ini. Namun karena sudah malam, maka kami hentikan karena penglihatan tidak memungkinkan dan berbahaya jika dipaksakan. Pencarian korban akan dilanjutkan besok pagi pukul 07.00 WIB," jelas Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga Badan SAR Palembang, Benteng Telau, Selasa malam.
Ia menjelaskan, tim evakuasi gabungan tetap akan beroperasi mencari korban seperti hari ini. Beruntung, masyarakat sekitar juga sangat antusias membantu tim mencari korban.
Baca juga: Masuk Jurang, Bus Sriwijaya tidak Laik Jalan
Diakui Telau, hingga pukul 20.00 WIB, tim evakuasi gabungan berhasil mengevakuasi 28 jenazah penumpang yang meninggal dunia. Sementara 13 orang selamat dan dirawat di RS Besemah Pagaralam.
"Jumlah korban yang berhasil di evakuasi secara total ada 41 orang. Dan tidak menutup kemungkinan korban akan bertambah," jelasnya.
Telau mengatakan, area pencarian kini diperluas hingga 5 kilometer dari lokasi jatuhnya bus. Hal ini dilakukan untuk mencari kemungkinan adanya korban yang terseret arus Sungai Lematang.
"Sebab banyak korban yang kita evakuasi dari luar bus atau terseret arus sungai dengan ke dalam satu sampai dua meter," katanya. Menurutnya, selain aliran sungai, petugas juga ada yang menyisir tebing jurang guna memastikan keberadaan korban lainnya," tandasnya. (OL-1)
Protes kaum Yahudi ultra-Ortodoks di Yerusalem melawan undang-undang wajib militer berakhir tragis. Seorang remaja 18 tahun tewas setelah sebuah bus menabrak massa.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan akan memanggil pemilik bus Cahaya Trans B 7201 IV yang mengalami kecelakaan di exit Tol Krapyak, Semarang.
Perusahaan Otobus (PO) Cahaya Trans memutuskan menghentikan sementara seluruh operasional bus reguler antar kota antar provinsi mulai 26 Desember 2025.
"Ada satu meninggal dunia ketika dalam perawatan di RSUD Kalisari Batang yakni kernet bus bernama Sucipto (47), warga Ngromo RT 02 RW 08, Rejosari, Bancak, Kabupaten Semarang,"
Sopir bus Cahaya Trans jadi tersangka dalam kasus kecelakaan bus Tol Krapyak, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Kecelakaan maut bus Cahaya Trans di Tol Krapyak Semarang menewaskan 16 orang. Berikut kronologi, penyebab, dan hasil penyelidikan terbaru polisi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved