Selasa 24 Desember 2019, 14:27 WIB

Masuk Jurang, Bus Sriwijaya Tak Laik Jalan

Dwi Apriani | Nusantara
Masuk Jurang, Bus Sriwijaya Tak Laik Jalan

MI/Dwi Apriani
Busa masuk jurang di nilai tidak laik jalan

 

BUS yang jatuh ke jurang di Liku Lematang Pagaralam, Selasa (24/12) dini hari diklaim tidak sesuai dengan standar angkutan umum. Bus yang berangkat dari Bengkulu menuju ke Palembang itu tidak laik jalan atau tidak laik operasi.

Hal itu diungkapkan Kadishub Sumsel Nelson Firdaus, Selasa (24/12). Ia menuturkan, pihaknya sudah melakukan pengecekan terhadap bus yang menewaskan 26 orang penumpang tersebut.

"Kita sudah cek busnya. Dan bus Sriwijaya yang kecelakaan di liku Lematang itu memang tidak laik jalan," kata dia.

Nelson menuturkan, klaim bahwa bus tidak laik jalan itu berdasar dari hasil pengecekan ramp check yang ternyata tidak memenuhi aturan yang berlaku. Apalagi masa penggunaan bus sudah terbilang cukup lama sekitar 20 tahun.

"Seharusnya bus ini tidak beroperasi lagi. Kita melihat bahwa kondisi bus memang sudah lama, meski pajaknya masih hidup, namun dari sisi ramp checknya tidak sesuai dengan aturan," kata dia.

Meski begitu, pihaknya pun akan tetap mengecek hal lain yang berkemungkinan menyebabkan kecelakaan tersebut.

"Petugas masih mengecek masalah lain," kata dia.

Nelson menjelaskan, pihaknya pun saat ini sudah berkomunikasi dengan pihak pengusaha angkutan umum tersebut terkait operasional bus tersebut. "Sudah kita hubungi," kata dia.

Dan terkait jumlah manifest penumpang bus, pihaknya masih terus berkoordinasi dengan pengelola bus tersebut.

"Yang jelas saat ini kami masih di lapangan untuk melakukan identifikasi di lapangan serta mengecek angkutan umum antar provinsi itu. Setelah ini barulah kita akan bahasmengenai jumlah manifest penumpang. Termasuk jika memang nantinya ada penumpang gelap seperti yang disebutkan di media-media," tandasnya. (OL-11)

 

Baca Juga

MI/Bagus Suryo

Kuota Pupuk Subsidi di Kabupaten Malang Ditambah

👤Bagus Suryo 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 11:47 WIB
Alokasi kebutuhan pupuk subsidi di Jawa Timur pada 2020 sempat berkurang dan dampaknya dirasakan Kabupaten...
MI/Dwi Apriani

Bangun Kantor Gubernur Sumsel Untuk Keseimbangan Ulu dan Ilir

👤Dwi Apriani 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 11:28 WIB
Bangunan kantor gubernur Sumsel sebagai bangunan warisan budaya (heritage) yang ditetapkan dan tidak boleh diubah bentuknya karena usia...
MI/Hendri Kremer

Efek Pandemi, Usaha Pariwisata Harus Sertifikasi CHSE

👤Hendri Kremer 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 11:20 WIB
Seritifakasi CHSE iditerapkan di seluruh Indonesia sebagai langkah pemerintah membangun citra pariwisata dengan menerapkan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya