Selasa 24 Desember 2019, 09:51 WIB

Peternak Ayam di Cianjur Diduga Buka Paksa Segel

Benny Bastiandy | Nusantara
Peternak Ayam di Cianjur Diduga Buka Paksa Segel

MI/Benny Bastiandy
Peternakan ayam petelurtidak berizin di Desa Cisarandi, Kecamatan Warungkondang yang telah disegel, kini dibuka paksa.

 

PEMERINTAH Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, belum lama ini menyegel dan mengosongkan isi kandang sebuah peternakan ayam petelur di Desa Cisarandi Kecamatan Warungkondang karena diduga belum melengkapi perizinan tapi sudah beroperasi. Namun, saat ini segel yang terpasang pada pintu gerbang masuk peternakan tersebut diduga dibuka paksa tanpa sepengetahuan Pemkab Cianjur.

Kondisi tersebut jadi pertanyaan bagi elemen masyarakat setempat yang beberapa waktu lalu berunjuk rasa ke Pendopo Cianjur mendesak penghentian aktivitas peternakan ayam petelur itu. Bahkan, pintu gerbang masuk peternakan dicat loreng mirip salah satu organisasi kepemudaan (OKP).

"Saya juga heran. Bingung. Itu kok dibuka seperti itu. Apakah itu legal menerima kunci dari dinas terkait (Satpol PP) atau tidak?," tegas Ketua Forum Desa Cisarandi dan Sukamulya, Iman Nurzaman, kepada wartawan, Selasa (24/12/2019).

Namun Iman menaruh kecurigaan, pembukaan segel tersebut ilegal. Apalagi ada kesan Pemkab Cianjur seperti tutup mata menyikapi aksi pembukaan paksa segel tersebut.

"Kalau saya menduga itu tak legal. Mungkin saja ada oknum," ujarnya.

Iman pun mempertanyakan kembali komitmen Pemkab Cianjur yang akan memantau dan mengawal proses kelengkapan perizinan peternakan ayam petelur tersebut.
Sepengetahuannya, hingga saat ini perusahaan peternakan ayam petelur itu belum mengantongi IMB dan rekomendasi dari Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan.

"Kami berani demo (ke Pendopo) pun waktu itu karena sudah menyelidiki kelengkapan perizinannya. Pertama, perusahaan tak memiliki IMB. Kedua, dari Dinas Peternakan pun belum ada (rekomendasi)," tandasnya.

Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kabupaten Cianjur, Parwinia, mengatakan hingga saat ini belum ada kajian rekomendasi terhadap peternakan ayam petelur. Hal itu dasari pertimbangan lantaran di dekat peternakan ayam petelur terdapat juga peternakan ayam pedaging.

"Belum ada karena memang berdekatan. Satu pedaging dan satu lagi itu (petelur). Itu pasti akan jadi penyakit," ucap Parwinia.

Ia menyebut pengusaha ayam petelur itu terkesan memonopoli distribusi. Sebab, peternakan ayam petelur itu mengembangkan dari mulai anakan (day old chicken).

"Dari hulu ke hilirnya dipegang. Harusnya kalau layer (petelur) beli dari yang sudah siap bertelur. Tapi ini kan dari DOC, dari anakan. Kan lebih lama lagi," tandasnya.

Sekretaris Satpol PP Kabupaten Cianjur, Hendri Prasetyadhi, mengaku sudah mendapat informasi adanya pembukaan segel pada peternakan ayam petelur. Namun ia belum bisa bergerak sebelum adanya instruksi lebih lanjut di bawah koordinasi Asisten Daerah II Setda Kabupaten Cianjur.

"Saya kebetulan masih baru di Satpol PP. Tapi informasi pembukaan segel juga waktu itu sudah terjadi saat saya dipindahkan ke Satpol PP. Nanti saya coba koordinasi dengan pak Asda II," kata Hendri.

baca juga: Bus Terjun ke Jurang, Dugaan Sementara Rem Blong

Sepengetahuannya dari berbagai informasi yang diterima, kata Hendri, peternakan ayam petelur hingga saat ini belum melengkapi perizinan. Namun saat digelar rapat koordinasi yang mempertemukan pihak perusahaan dengan warga pendemo serta sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait, disepakati akan dilaksanakannya pengosongan kandang.

"Jadi, yang saya tahu, informasinya peternakan ayam petelur belum melengkapi perizinan. Tapi yang pasti, kami pada prinsipnya menunggu
instruksi dari ketua tim menyangkut nanti action yang mesti dilaksanakan," pungkasnya. (OL-3)

 

Baca Juga

DOK MI

Calon Kades Di Garut Wajib Jalani Tes Narkotika

👤Kristiadi 🕔Kamis 15 April 2021, 01:34 WIB
BADAN Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Garut, Jawa Barat melakukan tes urine kepada para bakal calon kepala desa. Ditargetkan tes...
Dok Media Indonesia

Permintaan Ikan Air Tawar dari Danau Maninjau Meningkat 5 Ton

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 14 April 2021, 23:48 WIB
Ikan jenis nila dan mas itu dipasarkan ke pasar tradisional di Sumbar, Jambi, Riau dan...
Antara

TWC Gelar Vaksinasi bagi Pelaku Wisata di Candi Borobudur

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 14 April 2021, 23:45 WIB
"Harapannya nanti siap untuk menyambut datangnya wisatawan serta ikut menciptakan ekosistem wisata yang aman dan nyaman untuk...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Tajamnya Lancang Kuning di Lapangan

 Polda Riau meluncurkan aplikasi Lancang Kuning untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Berhasil di lapangan, dipuji banyak kalangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya