Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
POLRES Manggarai mengendus dugaan korupsi di balik proyek pengadaan tempat sampah atau tong sampah di Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai. Proyek senilai Rp1,9 miliar itu diduga tidak sesuai spesifikasi.
Kasat Reskrim Polres Manggarai AK Wira Satria Yudha yang dikonfirmasi Media Indonesia, Rabu (18/12) membenarkan informasi tersebut. "Ya, benar. Kami sedang pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan). Ada dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek tersebut," ujarnya.
Polres Manggarai, kata dia, sudah menemukan indikasi awal tindak pidana korupsi di balik proyek tersebut. Ia menyebutkan, ada dugaan ketidaksesuaian antara spesifikasi barang yang ada dalam perencanaan dengan pelaksanaannya.
"Seharusnya tong sampah itu terbuat dari besi plat. Tetapi realisasinya, mereka gunakan drum bekas," kata Wira.
Untuk menelusuri indikasi tersebut, penyidik Tipikor Polres Manggarai sudah memeriksa sejumlah saksi. Namun ia enggan menyebutkan siapa saja pihak yang sudah dimintai keterangan.
Media Indonesia sudah berusaha untuk mengonfirmasi pihak-pihak yang terkait dengan proyek tersebut. Salah satunya, pihak yang diketahui sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yakni Kristianus Dominggo.
Pada Rabu (18/12), Media Indonesia mendatangi Kantor Camat Langke Rembong untuk menemui Kristian. Saat itu, ia tak berada di kantor tersebut. Saat dihubungi melalui selulernya, Kristian mengaku sedang berada di rumahnya. Ia pun berjanji akan menelepon jika sudah kembali ke kantor.
"Nanti saya kontak balik kalau sudah ke kantor," ujarnya.
Namun hingga dihubungi kembali pada Sabtu (21/12), ia tak mau memberikan jawaban.
Pantauan Media Indonesia, tong sampah yang terbuat dari drum tersebut terpasang di pinggir setiap jalan di Kota Ruteng. Drum yang dicat warna biru itu dipasang secara berpasangan di setiap titik. (X-15)
Baca juga: Ini Dua Lokasi Wisata Baru di Lembata, NTT
Baca juga: Agustinus Nahah, Pekerja Migran Asal NTT ke 117 Pulang dalam Peti
Baca juga: Natal Nasional Partai Golkar 2019 Digelar di Labuan Bajo
HUJAN lebat disertai angin kencang yang melanda Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (24/1) dini hari nyaris merenggut nyawa seorang anak perempuan.
Tanah longsor terjadi pada Kamis (22/1) sore akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak pagi hari.
Sebuah pertikaian keluarga berujung pada tewasnya seorang pria berusia 55 tahun, berinisial MG di Rumah Adat Gendang Palit. Korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh tiga keponakan.
Penundaan pelayaran ini sejalan dengan peringatan dini cuaca maritim yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.
PULUHAN siswa Sekolah Dasar Inpres (SDI) di Pilau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus menempuh proses belajar di gedung yang rusak parah.
Dunia usaha di Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan optimisme kuat memasuki awal 2026, seiring meningkatnya investasi dan membaiknya aktivitas ekonomi pada akhir 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved