Rabu 18 Desember 2019, 19:30 WIB

Harga Kebutuhan Pokok di Palu Masih Terjaga

M Taufan SP Bustan | Nusantara
Harga Kebutuhan Pokok di Palu Masih Terjaga

ANTARA
Jelang Natal dan Tahun Baru, gula merupakan komoditas yang paling dicari.

 

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah bersama instansi terkait melakukan pengawasan lapangan terhadap kebutuhan pokok menjelang perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 di sejumlah ritel dan pasar tradisional di Palu, Rabu (18/12). Dari hasil ini, harga kebutuhan pokok masyarakat masih terpantau stabil.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulteng Richard Arnaldo mengatakan, tim pengawasan yang turun ke lapangan terdiri dari Satgas Pangan Polda, BPOM, dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sulteng.

Menurutnya, hasil pengamatan harga di pasar tradisional Masomba dan Manonda harga kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru masih stabil.

''Alhamdulillah tidak ada lonjakan harga yang signifikan, meski ini tinggal hitung hari perayaan Natal dan Tahun Baru,'' terang Richard kepada sejumlah jurnalis seusai pemantauan di pasar tradisional Masomba Palu.

Hasil pantauan di Masomba dan Manonda ada beberapa komoditas yang beranjak naik harga jualnya, namun ada juga yang turun. ''Jadi berfluktuasi dan kami berharap mudah-mudahan hingga Natal dan tahun baru tidak ada hal yang mengkhawatirkan terhadap perubahan harga komoditas di pasaran,'' harap Richard.

Salah satu contoh harga komoditas yang tidak mengalami penaikan di dua pasar itu adalah daging sapi. Di mana, harga daging sapi Rp120 per kilogram sejak beberapa bulan terakhir dan tidak mengalami penaikan.

Sedangkan salah satu contoh komoditas yang mengalami penaikan adalah daging ayam. Meski harganya naik namun tidak signifikan.

''Untuk harga ayam per ekor itu ada penaikan Rp5 ribu. Misalnya yang tadinya harga Rp55 ribu per ekor, naik menjadi Rp60 ribu per ekor,'' ungkap Richard.

Selain harga daging ayam, harga gula pasir juga mengalami penaikan. Hal ini disebabkan banyaknya permintaan konsumen di pasar. ''Kalau harga gula wajarlah yah, karena banyak permintaan untuk pembuatan kue Natal. Tapi tidak signifikan juga penaikannya,'' ujarnya.

Setelah mendatangi dua pasar tradisional, tim pengawasan kemudian melanjutkan pengamatan di beberapa ritel. Seperti di Hypermart, Transmart Carrefour dan salah satu distributor gula pasir.

Ketika di Transmart tim mendapati beberapa harga pangan yang melebihi harga di pasaran. Begitu pun di Hypermart. Dan saat mendatangi distributor, gula dijual di atas harga eceran tertinggi (HET) dengan alasan pasokan gula sedang kurang.

''Pun demikian kami sudah imbau agar merasionalkan harga kebutuhan pokok itu. Yah, alhamdulillah semua harga masih terjaga,'' tandas Richard. (TB/OL-10)

Baca Juga

MI/Ardi Teristi Hardi

Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama di DIY Capai 58,48 persen

👤Ardi Teristi Hardi 🕔Kamis 28 Januari 2021, 13:03 WIB
Sebanyak 12.858 orang di DIY atau 58,48 persen dari target telah mengikuti vaksinasi Covid-19 pada tahap  pertama. Vaksinasi dilakukan...
Ist/Baznas

Laksanakan Kegiatan Sosial di Daerah, Askrindo Gandeng Baznas

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 28 Januari 2021, 13:03 WIB
Kerja sama Baznas dan salah satu BUMN itu dilakukan pada awal 2021 berupa penyaluran donasi bersumber dari dana CSR yang difokuskan...
MI/Martinus Solo

Pemkab Sorong Gelar Rapat Antisipasi Bencana

👤Martinus Solo 🕔Kamis 28 Januari 2021, 12:58 WIB
Pemkab Sorong, Papua Barat menggelar rapat koordinasi dengan Tim Reaksi Cepat Kabupaten Sorong di Aula Baperlitbang Kabupaten Sorong,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya