Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
MASYARAKAT Sumatra Utara didorong memilah sampah mulai dari rumah, untuk memudahkan pengangkutan dan pengelolaan sampah oleh pemerintah daerah di masing-masing kabupaten/kota di provinsi tersebut. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumut, Binsar Situmorang mengatakan belum lama ini pemprov mencanangkan Gerakan Pilah Sampah dari Rumah (GPSR) yang dipusatkan di Kabupaten Deliserdang.
"Gerakan ini pada prinsipnya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah," ujarnya, Selasa (3/12/2019).
GPSR merupakan gerakan nasional yang telah diluncurkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Gerakan ini diyakini dapat mempermudah proses pengumpulan dan pengangkutan ke tempat pengelolaan sampah dan pemerosesan akhir.
"Gerakan ini sangat penting karena secara nasional rumah tangga menghasilkan 36 persen sampah. Di bawah pasar dan perniagaan
sebanyak 38 persen dan 26 persen. Sisanya dihasilkan dari perkantoran dan fasilitas publik. Karena itu Pemprov Sumut mengaplikasikan gerakan ini di daerahnya," terang Binsar.
Secara keseluruhan, Sumut menghasilkan timbunan sampah sekitar 10.091 ton per hari atau 3.683.135 ton per tahun. Sebagai daerah percontohan, Kabupaten Deliserdang sendiri menghasilkan timbunan sampah sekitar 1.078 ton per hari dengan jumlah penduduk 2.155.625 jiwa.
baca juga: Pelaku Mutilasi Dituntut Hukuman Mati
"Namun sejauh ini yang baru dapat terkelola hanya 11 persen. Masalah utama pengelolaan sampah di Sumut adalah perilaku dan peran serta masyarakat yang masih rendah sehingga terus memproduksi sampah dalam jumlah besar," pungkasnya.
Anggota Komisi D DPRD DKI Ida Mahmuda desak Pemprov tutup TPS yang ganggu kenyamanan warga. Dukung penutupan TPS Tanah Kusir dan dorong kerja sama swasta untuk fasilitas ITF
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyoroti pengelolaan sampah di sejumlah terminal bus yang dinilai masih jauh dari standar lingkungan.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol menyatakan rest area menjadi salah satu titik penting untuk mendorong perubahan budaya pengelolaan sampah di masyarakat.
WAKIL Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono menyoroti potensi lonjakan jumlah pemudik pada musim mudik Lebaran 2026.
Melalui pendekatan edukasi dan pemanfaatan teknologi, program-program ini bertujuan untuk mengurangi timbulan sampah di tempat pembuangan akhir sekaligus memberdayakan masyarakat.
Anggota DPR RI Arif Riyanto Uopdana mendorong pembangunan TPS 3R dan TPA modern di Pegunungan Bintang demi atasi masalah sampah di Oksibi
Langkah ini sejalan dengan arahan sistem pengelolaan sampah nasional, yang menekankan pentingnya perubahan perilaku sejak dari tingkat rumah tangga.
Pendekatan utama yang diusung adalah membangun model pengelolaan sampah berbasis komunitas di tingkat RT sebagai percontohan.
Selama dua bulan, sejak 10 Januari 2025 hingga 11 Maret 2025, proyek difokuskan di Banjar Pasedana. Di wilayah ini, terdapat 163 KK yang menjadi sasaran langsung edukasi.
Untuk memperkuat sistem ini, Pemda, Kementerian PU dan Kemendagri melalui Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Ditjen Bina Bangda) turut berperan aktif dalam berkolaborasi.
Kondisi geografis Cianjur yang luas dan beragam, meliputi wilayah urban, pedesaan, dan pegunungan, menyulitkan proses pengangkutan dan pengolahan sampah secara merata.
SAENGGOK Land fill atau tempat pembuangan sampah yang berlokasi di Distrik Gangseo, Korea Selatan bisa menjadi salah satu contoh bagaimana tempat pembuangan sampah diubah menjadi aestetik
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved