Minggu 24 November 2019, 17:45 WIB

Indonesia Kehilangan Lahan 4.000 Ha di Perbatasan Timor Leste

Palce Amalo | Nusantara
Indonesia Kehilangan Lahan 4.000 Ha di Perbatasan Timor Leste

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
POS PERBATASAN RI-TIMOR LESTE

 

INDONESIA kehilangan lahan sekitar 4.000 hektare di perbatasan Timor Leste akibat pergeseran arus sungai yang membuat tapal batas kedua negara turut bergeser.

Selama ini, tapal batas Indonesia-Timor Leste ditetapkan di bagian sungai yang terdalam seperti Sungai Malibaka yang memisahkan Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, dan Distrik Bobonaro, Timor Leste.

Ketua Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) NTT, Michael Riwu Kaho, yang melakukan penelitian di wilayah itu, menemukan kehilangan lahan terjadi sejak 2000 dan masih berlangsung sampai saat ini.

"Timor Leste membangun bronjong di tepi sungai Malibaka dalam wilayah mereka akibatnya aliaran sungai melebar ke wilayah Indonesia," ujar dosen Pascasarjana Universitas Nusa Cendana itu saat menjadi pembicara dalam workshop 'Energi Baru Terbarukan' yang digelar Hivos dan Mongabay di Kupang, Jumat (24/11).

Michael mengatakan, persoalan kehilangan lahan Indonesia itu belum direspon maksimal oleh pemerintah.


Baca juga: Tiga Warga Ilegal Asal Tiongkok Ditangkap di Waropen Papua


"Pernah di Jakarta, saya bilang kepada pemerintah pusat jangan sampai lupa mengurus batas negara di perbatasan RI-Timor Leste," ujarnya.

Persoalan Sungai Malibaka, kata dia, juga melebar ke masalah pertanian. Pasalnya, hulu sungai itu berada di wilayah Timor Leste dan mengalir ke wilayah Indonesia sebelum masuk kembali ke Timor Leste.

Air yang masuk wilayah Indonesia itu dimanfatkan warga di perbatasan terutama di Turiskain, wilayah di Kecamatan Raihat, Belu. Di wilayah itu juga terdapat pasar yang sering didatangi warga Timor Leste untuk berbelanja bahan kebutuhan pokok. Mereka datang ke pasar tersebut melewati tapal batas Sungai Malibaka.

Terkait pemanfaatan air sungai Malibaka oleh warga Indonesia, menurut dia, Timor Leste mengancam menutup aliran air menuju wilayah Indonesia. Ancaman itu disertai permintaan kepada Indonesia untuk membayar jasa lingkungan.

Dia menambahkan, kehilangan lahan Indonesia juga terjadi di perbatasan RI-Timor Leste di wilayah yang berbatasan dengan Distrik Oekusi. (OL-1)

Baca Juga

MI/Alexander P. Taum

Ribuan Warga Mengungsi Akibat Erupsi Gunung IIi Lewotolok

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Minggu 29 November 2020, 21:08 WIB
Sebanyak 2.782 jiwa yang berasal dari 17 Desa di Kecamatan Ile Ape dan 9 Desa di Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata mengungsi di...
MI/Furqon U

Muncul Klaster Pendidikan, di Jepara 15 Siswa SMP Positif Covid-19

👤Akhmad Safuan 🕔Minggu 29 November 2020, 20:30 WIB
MUNCUL klaster covid-19 baru di Jepara, klaster pendidikan terjadi disebuah sekolah menengah pertama (SMP) swasta di Jepara, sebanyak 15...
MI/Alexander PT

Dapur Umum Pengungsi Erupsi Ile Lewotolok Disiapkan

👤Alexander P. Taum 🕔Minggu 29 November 2020, 20:20 WIB
PEMERINTAH Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur bergerak cepat menyiapkan dapur umum bagi ribuan pengungsi erupsi Gunung Ile Lewotolok,...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya