Sabtu 23 November 2019, 21:26 WIB

Tiga Warga Ilegal Asal Tiongkok Ditangkap di Waropen Papua

Antara | Nusantara
Tiga Warga Ilegal Asal Tiongkok Ditangkap di Waropen Papua

Tiga WNA Tongkok di Kabupaten Waropen, Sabtu (23/11/2019).
ANTARA/HO-Penerangan Korem 173/PVB

 

TIGA warga negara asing (WNA) asal Tiongkok yang tidak memiliki dokumen keimigrasian ditangkap di Kabupaten Waropen, Papua.

Ketiga orang itu, Zhang Xiaoxuan, 25, Wang Xiuxing, 49, dan Xu Xuecheng, 42, adalah pekerja perusahaan di Distrik Inggilu, Kabupaten Waropen.    

"Tiga warga Tiongkok yang ditangkap di Kabupaten Waropen telah kami serahkan kepada Kantor Imigrasi Kelas II Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Biak diterima Kasi Intelijen dan Penindakan Imigrasi Henri Santos," ungkap Kasi Intelijen Korem 173/PVB Biak Kolonel Arie Tri Hedhianto, Sabtu (23/11).

Ia mengakui, masih ada satu lagi WNA asal Tiongkok yang belum diserahkan ke Imigrasi Kelas II Biak karena saat itu sedang berada di tempat lain.        

Dari hasil pemeriksaan di lapangan, menurut Arie Tri, ketiga warga negara Tiongkok itu tidak mempunyai identitas dan dokumen keimigrasian serta tidak bisa berbahasa Indonesia.    

"Untuk kepentingan penyidikan atas ketiadaan dokumen keimigrasian bagi tiga warga Tiongkok sesuai aturan diserahkan ke kantor Imigrasi Biak guna dilakukan penindakan sesuai hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia," ucap Arie.

Kasi Intelijen dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Biak Henri Santos mengakui, tiga WNA asal Tiongkok yang ditangkap satuan intelijen Korem 173/PVB sudah diserahterimakan di kantor Imigrasi Biak.    

"Untuk pemeriksaan dokumen keimigrasian status ketiga WNA sudah kami amankan hingga 2X24 jam dalam menentukan status hukumnya," ujarnya.   

Baca juga: Perekonomian Papua Barat Diprediksi Bakal Melesat

Hingga Sabtu malam, tiga WNA yang tertangkap merasa lapar minta dibelikan makanan mi goreng. (X-15)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More