Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kini kehabisan dana kegiatan pengedropan air bersih untuk penanganan daerah rawan kekeringan di Klaten. Saat ini BPBD Klaten 2019 mengalokasikan anggaran pengedropan air sebesar Rp200 juta untuk 800 tangki untuk 40 desa di 10 kecamatan yang terdampak kemarau.
Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Sip Anwar saat dikonfirmasi Media Indonesia mengungkapkan, bahwa mulai Jumat (15/11/2019) kegiatan pengedropan air akan dihentikan lantaran dana sudah habis.
"Karena alokasi anggaran tahun ini sudah habis, Jumat besok adalah kegiatan pengedropan air terakhir ke daerah rawan kekeringan yang dilakukan BPBD Klaten," ujarnya, Rabu (13/11/2019).
BPBD Klaten telah mengundang sejumlah perusahaan besar untuk membantu dropping air dengan dana CSR (corporate social responsibility) yang dimiliki perusahaan tersebut.
"Kami minta perusahaan besar menyalurkan dana CSR-nya untuk membantu daerah kekeringan. BPBD pun menyiapkan lima mobil tangki yang dapat digunakan untuk pengedropan air," tambahnya.
Untuk mengatasi kekurangan dana kegiatan pengedropan air, BPBD Klaten sebenarnya bisa menggunakan dana siap pakai Rp500 juta. Tapi proses pencairannya menunggu SK Bupati tentang tanggap darurat. Dampak kemarau membuat 40 desa di 10 kecamatan kekeringan. Untuk membantu daerah krisis air bersih itu, BPBD Klaten sejak Mei lalu hingga pekan ini telah menyalurkan bantuan air hampir 800 tangki.
baca juga: Jelang Pilkada 2020, Bawaslu Evaluasi Kinerja di Pemilu 2019
Ke-40 desa kekeringan itu tersebar di Kecamatan Kemalang (7 desa), Jatinom (4 desa), Karangdowo (5 desa), Karangnongko (1 desa), Trucuk (2 desa), Bayat (11 desa), Pedan (2 desa), Cawas (7 desa), dan Gantiwarno (1 desa).
"Hujan di Klaten belum merata dan baru membersihkan genteng rumah. Karena itu, sumber air hingga saat ini masih kering kerontang," pungkasnya. (OL-3)
BADAN Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN mengingatkan potensi terjadinya El Nino kuat atau Godzilla yang berdampak pada kekeringan saat musim kemarau 2026.
Potensi ketersediaan air di Indonesia mencapai 3,9 miliar meter kubik per tahun. Dengan 80% air nasional digunakan sektor pertanian/irigasi.
Kondisi musim kemarau yang cenderung lebih kering itu juga dipengaruhi indikasi fenomena El Nino lemah yang berpotensi muncul pada pertengahan hingga akhir 2026.
Menurut dia, salah satu langkah yang dilakukan Pemprov Jabar adalah mendorong pengembangan komoditas pertanian yang lebih hemat air.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia akan datang lebih awal pada April dan terasa lebih kering dibanding tahun lalu. Cek daftar wilayah terdampak di sini.
Ilmuwan temukan jutaan bakteri dan jamur "pelindung" di dalam pohon ek yang tetap stabil meski dilanda kekeringan ekstrem.
Efek dehidrasi ringan akan semakin terasa jika tubuh tidak terhidrasi selama sekitar tiga jam.
BUKTI bahwa Planet Mars pernah memiliki air dalam jumlah besar terus bertambah. Mulai dari delta sungai, mineral hingga struktur permukaan yang menyerupai bentang alam di Bumi
Sejumlah astronom menemukan cadangan air terbesar yang pernah diketahui di alam semesta. Lautan ini ditemukan di sebuah quasar raksasa yang berjarak sekitar 12 miliar tahun cahaya dari Bumi.
Dalam uji cobanya, para peneliti menempatkan sampel material penyerap dalam ruangan dengan tingkat kelembapan yang berbeda-beda.
PERUSAHAAN air minum dalam kemasan (AMDK) mesti melakukan konservasi air melalui penanaman pohon, perawatan daerah aliran sungai (DAS), dan penguatan area resapan air.
KEBERHASILAN Depo Air Minum Biru didorong oleh tiga faktor utama. Apa saja itu?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved