Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tasikmalaya mencabut status darurat siaga kekeringan yang sudah berakhir pada Oktober. Saat ini BPBD Kota Tasikmalaya telah menyiapkan anggaran senilai Rp700 juta untuk mengantisipasi bencana di musim hujan.
"Pendistribusian air bersih bagi masyarakat di 10 Kecamatan masih tetap dilakukan petugas BPBD. Status darurat siaga kekeringan telah dicabut dan sekarang semua dinas harus tetap saling berkoordinasi menghadapi musim penghujan. Karena, berbagai bencana tersebut bisa berdampak longsor, banjir, pergerakan tanah, angin puting beliung, pohon tumbang dan gempa bumi," kata Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman, Selasa (12/11/2019).
Budi mengatakan, sejak awal November hujan telah beberapa kali turun tetapi kondisinya itu belum merata di seluruh wilayah. Namun semua dinas harus mempersiapkan diri menghadapi musim hujan. Sebab hujan akan segera turun pada minggu kedua. Seluruh dinas harus sudah mengecek kondisi di lapangan.
"Kami meminta agar Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perwaskim) harus mulai mengecek pohon-pohon yang ada. Jika sudah tua dan rapuh sebaiknya ditebang agar tidak menimbulkan korban jiwa atas kejadian itu. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) harus mengurusi sampah yang biasa menjadi penyebab utama penyumbatan air termasuknya proyek drainase secepatnya diselesaikan," ujarnya.
baca juga: Ratusan Mahasiswa Hijaukan Candi Ratu Boko dan Candi Ijo
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya, Ucu Anwar mengatakan, menghadapi musim penghujan, anggaran yang telah disiapkan sebesar Rp700 juta.
"Anggaran penanggulangan bencana selama ini sangat kecil dibanding daerah lainnya. Tapi potensi bencana di Tasikmalaya cukup besar mulai dari longsor, angin puting beliung, banjir, pergerakan tanah, peti dan pohon tumbang. Untuk itu masyarakat harus mewaspadainya," pesannya. (OL-3)
Musim hujan sering kali dianggap sebagai penghalang bagi sebagian orang untuk berlibur. Namun, data terbaru dari platform perjalanan digital Agoda pada Februari 2026
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) masih akan berlangsung hingga akhir April atau awal Mei 2026.
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
Mandi air hangat bukan sekadar untuk kenyamanan, melainkan langkah krusial untuk membantu menghilangkan kotoran dari lumpur serta menjaga suhu tubuh agar tidak kedinginan.
Kelengkapan imunisasi sesuai usia merupakan benteng terkuat bagi anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved