Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS demam berdarah di Kabupaten Flores Timur, NTT, terindikasi meningkat. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Flores Timur mencatat sejak Januari hingga September ditemukan 41 kasus demam berdarah.
Kepala Dinas Kesehatan Flotim, dr Ogi Silimalar melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Sudirman Kia, saat dikonfirmasi Rabu (30/10), mengakui saat ini masyarakat harus waspada terhadap bahaya demam berdarah karena ada tren meningkat dibandingkan tahun lalu.
"Terkait kasus demam berdarah ada trend meningkat setiap tahunnya. Tahun lalu sebanyak 11 kasus, tetapi pada tahun ini kasusnya lebih tinggi yakni 41 kasus yang tersebar di sejumlah puskesmas. Puskesmas Nagi paling banyak ditemukan kasus demam berdarah, yakni 28 kasus," kata Sudirman Kia.
Pada Maret ditemukan kasus demam berdarah paling tinggi. Untuk mencegahnya ia mengimbau agar warga aktif membersihkan sarang nyamuk melalui pola gerakan 3M, yaitu menutup, menguras dan menimbun.
baca juga: Peringati 15 Tahun Tsunami, Pemprov Aceh Undang Sejumlah Tokoh
"Kasus demam berdarah ini juga mengakibatkan seorang pasien meninggal karena terlambat dibawa ke rumah sakit. Sehingga kami terus melakukan berbagai upaya melalui fogging atau pengasapan di radius 100 meter dari lokasi kasus tersebut. Juga melakukan pengendalian abatenisasi serta penyuluhan. Kami juga sudah mengimbau kepada setiap puskesmas untuk selalu meningkatkan sosialisasi dan penyuluhan terkait pencegahan demam berdarah, pola hidup sehat serta kebersihan lingkungan," ujarnya. (OL-3)
Data menunjukkan bahwa kelompok umur 15-44 tahun menyumbang 42% dari total kasus dengue, sementara 41% kematian justru ditemukan pada anak-anak usia 5-14 tahun.
Case fatality rate (CFR) atau jumlah angka kematian karena demam berdarah dengue (DBD) menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9%, menjadi 0,4% pada 2025.
Kawasan Asia Tenggara telah lama menjadi episentrum global penularan dengue. Berdasarkan data terbaru, hampir 400.000 kasus dilaporkan di wilayah ini sepanjang 2025.
Indonesia mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pencegahan angka kematian dari kasus demam berdarah (DBD).
Selain DBD, Rano juga menyoroti masih tingginya kasus tuberkulosis (TBC) di Jakarta. DKI Jakarta masih berada di peringkat delapan nasional untuk kasus TBC.
Kasus leptospirosis di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, meningkat tajam sepanjang 2025. Sebaliknya, kasus demam berdarah dengue (DBD) justru mengalami penurunan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved