Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
RUMAH tinggal milik Thomas Kolin, 70, warga Jalan Nong Meak RT 02 RW 02 Kelurahan Kabor, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, ludes dilalap api pada Rabu (16/10) sekitar pukul 10.30 Wita. Seluruh barang milik korban tidak dapat diselamatkan, sementara pemilik rumah selamat dari amukan api. Kobaran api baru dapat dipadamkan pada pukul 13.00 wita.
Sehari-hari, Thomas bekerja sebagai penjaga Gereja Katedral Maumere. Sedangkan rumah tersebut dikontrakkan dan dihuni oleh Alan dan Lia yang saat kejadian masih berada di tempat kerja.
Kapolres Sikka AKBP Rikson PM Situmorang, mengatakan, pada saat kejadian korban sedang mengambil makan siang di rumah tetangga. Korban lantas mendengar teriakan dari tetangga minta tolong karena ada peristiwa kebakaran. Setelahnya, korban keluar dari rumah dan mengecek lokasi kebakaran.
Saat itu, korban melihat kobaran api muncul dari dinding rumahnya yang dikontrakkan. Ia langsung menyelamatkan diri dan tidak bisa membantu untuk mengevakuasi barang-barang miliknya karena kobaran api semakin besar.
Kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.00 Wita oleh mobil Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sikka sebanyak dua unit dan mobil water cannon Polres Sikka satu unit.
Baca juga: Tak Masuk 2 Bulan, Bupati Sikka Pecat Kepsek SMPN 2 Nita
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sedangkan total kerugian material berkisar Rp150 juta.
Rikson menambahkan pihaknya membantu mendatangi TKP, memadamkan api, mengolah TKP dan memeriksa saksi-saksi yakni Maria Duakaking, 56, Indrawati, 23, dan Stefanus, 36.
Upaya pemadaman api dilakukan personel Polres Sikka bersama warga masyarakat setempat yang dipimpin Kabagops Polres Sikka AKP Wilhelmus Sinlae.
“Sumber api yang menyebabkan peristiwa kebakaran belum bisa dipastikan karena masih dalam penyelidikan dan dugaan sementara akibat hubungan pendek arus listrik yang berada dalam rumah kontrakan,” ujar Kapolres Sikka Rikson.(OL-5)
HUJAN lebat disertai angin kencang yang melanda Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (24/1) dini hari nyaris merenggut nyawa seorang anak perempuan.
Tanah longsor terjadi pada Kamis (22/1) sore akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak pagi hari.
Sebuah pertikaian keluarga berujung pada tewasnya seorang pria berusia 55 tahun, berinisial MG di Rumah Adat Gendang Palit. Korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh tiga keponakan.
Penundaan pelayaran ini sejalan dengan peringatan dini cuaca maritim yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.
PULUHAN siswa Sekolah Dasar Inpres (SDI) di Pilau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus menempuh proses belajar di gedung yang rusak parah.
Dunia usaha di Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan optimisme kuat memasuki awal 2026, seiring meningkatnya investasi dan membaiknya aktivitas ekonomi pada akhir 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved