Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
IKATAN Apoteker Indonesia (IAI) menggelar kegiatan apoteker cilik bagi para siswa sekolah dasar (SD) secara serentak di seluruh Indonesia. Kegiatan ini untuk merayakan Hari Apoteker Sedunia 2019 (World Pharmacist Day).
Di Kabupaten Flores Timur (Flotim), Provinsi Nusa Tenggara Timur, kegiatan ini digelar di 7 sekolah dasar yang tersebar di 3 titik yaitu Kelurahan Waibalun, Kelurahan Ekasapta dan Desa Welo. Total siswa yang hadir dalam kegiatan ini sebanyak 204 siswa. Sementara petugas apoteker yang terlibat dalam kegiatan ini sebanyak 15 orang sebagai tutor dan fasilitator.
Salah seorang panitia kegiatan, Agatha Lipat Mangan, saat ditemui di SDN Kampung Baru Kelurahan Ekasapta, Minggu (13/10), mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pengetahun sejak dini terhadap pengenalan obat dan memahami prinsip menggunakan obat secara aman.
"Kegiatan ini sendiri mengangkat tema bersama Apoteker Mengenali Obat Sejak Usia Dini, sehingga sasaran kegiatan ini bagi para siswa SD di sejumlah sekolah yang telah dipilih. Kegiatan edukasi ini disesuaikan dengan karakteristik siswa dan dibuat semenarik mungkin dengan aktivitas yang kreatif dan inovatif melalui permainan, diskusi interaktif dan penampilan seni kreatif. Agar mampu menarik minat siswa untuk mengenal lebih jauh penggunaan obat sejak usia dini," kata Agatha.
Baca juga: Hindari Resistensi, Apoteker Diharapkan Kontrol Pemberian Antibiotik
Materi yang diberikan adalah pengenalan obat, DAGUSIBU yakni Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang obat dengan baik dan benar. Dengan adanya kegiatan apoteker cilik ini diharapkan mampu memberikan pemahaman baik bagi siswa terkait prinsip keamanan penggunaan obat, seperti hanya minum obat dengan izin orang tua, jangan berbagi obat atau menggunakan obat orang lain, simpan obat dalam wadah aslinya dan di tempat yang aman, serta buang obat dengan benar.
Sementara itu, ratusan anak pun tampak semangat dan antusias mengikuti kegiatan ini. Dari anak-anak ini, kemudian dipilih beberapa sebagai duta apoteker cilik dan diberi selempang apoteker.
Bunga Khumaira, salah satu siswa kelas 5 SDN Kampung Baru, mengaku sangat senang mengikuti kegiatan tersebut karena dapat menambah wawasan dan ilmu tentang obat.
"Saya senang bisa ikut kegiatan ini, karena saya akhirnya tahu bagaimana menggunakan obat secara baik dan benar sehingga bisa menambah ilmu saya," tutur Bunga.
Siswa lainnya, Lia, juga mengakui hal yang sama. Kegiatan ini merangsang dirinya untuk mengenal lebih jauh tentang obat dan berharap kegiatan ini dapat rutin dilakukan untuk meningkatkan wawasan siswa sejak dini menggunkan obat secara aman dan tepat.(OL-5)
Data kesehatan terbaru menunjukkan 1 dari 4 orang dewasa di Indonesia hidup dengan kondisi obesitas atau kelebihan lemak perut.
Akses masyarakat terhadap obat-obatan esensial dinilai terancam setelah perubahan regulasi paten terbaru.
Lucia menjelaskan ketika terjadi bencana banyak orang yang terkena luka bisa karena seng, paku, dan sebagainya maka diberikan serum anti tetanus, untuk mencegah infeksi.
Obat dapat berasal dari bahan kimia, tumbuhan, maupun hewan, dan biasanya digunakan dengan dosis tertentu agar aman dan efektif.
Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) mengadakan seminar “Peran Strategis GPFI dalam Menegaskan Prinsip 4K untuk Menunjang Kesehatan Nasional”
Obat yang mengandung steroid bisa membahayakan kesehatan tulang apabila dikonsumsi secara terus menerus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved