Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH daerah memfasilitasi warganya yang merantau ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, untuk kembali ke kampung halaman. Pemda menjemput, membiayai kepulangan mereka, bahkan memberi modal untuk usaha di tanah kelahiran.
Dua keluarga asal Kabupaten Indramayu, Jawa Barat (Jabar), korban konflik di Wamena ialah di antara mereka yang mendapatkan bantuan modal untuk usaha di Indramayu guna memulai hidup baru. Mereka ialah pasangan Wasini dan Dimas Marseto, warga Kalimati Blok Beringan, Kecamatan Jatibarang, dan Selawati dan Arif Wahyudin asal Desa Sukra Wetan, Kecamatan Sukra.
Kedua keluarga tersebut diterima Bupati Indramayu Supendi di pendopo kabupten, kemarin. "Alhamdulillah mereka selamat dan bisa kembali ke Indramayu," kata Supendi.
Selanjutnya, Bupati menyerahkan uang Rp7,5 juta kepada setiap keluarga. Uang yang berasal dari Baznas Indramayu itu diharapkan dapat digunakan sebagai modal usaha bagi kedua keluarga tersebut agar mereka bisa menata kembali kehidupan masing-masing di kampung halamannya.
Pasangan Wasini dan Dimas Marseto mengaku sangat senang karena akhirnya berhasil pulang dengan selamat ke Indramayu. "Ini anugerah bagi kami karena sebelumnya kami sempat bingung harus pergi ke mana," kata Wasini.
Pascakerusuhan, keluarga itu tertahan di Wamena. Namun, Dinas Sosial Papua dan Jabar kemudian membantu kepulangan pasangan itu untuk kembali ke Indramayu.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Indramayu Boy Billy Prima mengungkapkan, setelah terjadi konflik di Wamena, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Sosial Papua untuk memantau keberadaan warga Indramayu. "Setiap hari kami pantau keberadaan mereka, mulai penampungan hingga penerbangan menuju Indramayu," ucapnya.
Ia mengungkapkan, sebetulnya ada tiga pasangan suami-istri asal Indramayu yang merantau ke Wamena. Namun, satu keluarga lainnya memilih pulang ke keluarga suami di Kota Sukabumi.
Dijemput di pengungsian
Lima warga Kabupaten Sukabumi, Jabar, yang merantau ke Wamena pada Rabu (9/10) malam juga telah tiba di daerah asal mereka. Kelima orang itu dijemput oleh pegawai Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar di tempat pengungsian.
Mereka ialah Ijam, 49, Lili, 49, Nurdin, 26, Siti Masitoh, 16, dan Dadang Darsita, 44. Sebelum tiba di Sukabumi, mereka singgah di Bandung untuk bertemu Gubernur Ridwan Kamil. Setiba di Sukabumi, kelima orang tersebut bertemu dengan Bupati Marwan Hamami.
"Alhamdulillah, akhirnya kami bisa kembali ke kampung halaman. Terima kasih kepada Pemprov Jabar dan Pemkab Sukabumi yang sudah membantu kepulangan kami dari Wamena," ujar Ijam.
Satu keluarga yang terdiri dari lima orang yang selama ini merantau ke wamena juga kembali ke daerah asal, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Berdasarkan pantauan, tangis dan haru menyelimuti kedatangan keluarga tersebut di kampung mereka, Gang Koplak, Kelurahan Mlangsen, Kecamatan Blora Kota. Mereka kembali dari Wamena melalui Bandara Internasional Juanda, Surabaya. (BB/AS/YH/N-1)
Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut pidana penjara 10 bulan terhadap 21 terdakwa kasus kerusuhan demonstrasi yang terjadi pada Agustus 2025.
Bagi warga negara ganda AS-Iran, kedutaan menegaskan bahwa mereka harus menggunakan paspor Iran untuk keluar dari negara tersebut.
Dalam disertasinya yang berjudul Konfigurasi Resiprokal Determinan, Pencegahan, dan Penanganan Kerusuhan pada Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara di Indonesia.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung angkat bicara terkait kerusuhan yang terjadi di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, pada Kamis (11/12) malam.
ENAM orang saksi diperiksa soal kerusuhan dan pengeroyokan di Kalibata yang membuat dua orang penagih utang atau mata elang tewas, Kamis (11/12) malam.
Reno Syahputra diduga meninggal karena menjadi korban kebakaran saat kerusuhan di Kwitang dan akan dimakamkan di Surabaya.
Isu pendidikan juga menjadi catatan Menko Polkam, di mana terdapat aspirasi masyarakat untuk memiliki perguruan tinggi, spesifiknya kehadiran cabang Universitas Cenderawasih (UNCEN).
LOVE Letter for Wamena, mengungkapkan kecintaan Desainer Didiet Maulana atas indahnya banyak hal menarik di Wamena, Papua. Kemudian ia pun menuangkan keindahan tersebut
Hutama Karya segera bangun jalan Trans Papua
Wamen LHK Alue Dohong mengatakan, konsep dasar pengusulan metode tersebut sebagai masukan yang berupaya restorasi ekosistem gambut.
Komnas HAM mendesak komponen pemerintah pusat dan daerah untuk dapat mengelola informasi apapun yang beredar serta melakukan upaya penegakan hukum
Jika konflik-konflik yang latar belakang sosial seperti dalam kasus Wamena ini tidak direspon secara cepat dan bijaksana, maka problem hak asasi manusia di Papua juga akan semakin rumit
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved