Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJAK tiga hari belakangan, kabut asap di Palembang kembali pekat. Bahkan kabut asap itu mengganggu penglihatan karena jarak pandang sangat dekat, hanya berkisar 50-400 meter. Hal itu membuat masyarakat Palembang kembali merasa resah, karena kabut asap menganggu aktivitas warga.
"Saya kira kabut asap tidak lagi ada. Tapi selama 3 hari belakang muncul lagi dan hari ini terasa sangat pekat. Jarak pandang terbatas, dan aroma asapnya membuat sesak nafas," kata Hariyanto, warga Kecamatan IT II Palembang, Rabu (9/10).
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang mencatat angin permukaan umumnya dari arah Tenggara-Selatan dengan kecepatan 4-11 Knot (7-20 km/jam) mengakibatkan potensi masuknya asap akibat karhutbunla ke wilayah Kota Palembang dan sekitarnya.
Data dari Lapan pada hari ini, tercatat beberapa titik panas di wilayah sebelah Tenggara Kota Palembang dengan tingkat kepercayaan di atas 80%. Dan berkontribusi asap masuk ke wilayah Kota Palembang. Asap bersumber dari Banyu Asin 1, Tulung Selapan dan Mesuji.
"Intensitas asap pagi hari mulai pukul 04.00-07.00 WIB dan sore hari pukul 16.00-20.00 WIB dikarenakan labilitas udara yang stabil atau tidak ada massa udara naik pada waktu-waktu tersebut," ucap Bambang Benny Setiadji, Kasi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi BMKG SMB II Palembang.
Ia mengatakan, fenomena asap sendiri diindikasikan dengan kelembapan yang rendah dengan partikel-partikel kering di udara, mengurangi jarak pandang, beraroma khas, perih di mata, dan mengganggu pernafasan.
"Jarak pandang terendah pada hari ini 9 Oktober, berkisar hanya 50-400 meter dengan kelembapan 95-96%. Kabut asap berdampak terganggunya delapan penerbangan di Bandara SMB II. Delapan penerbangan delay," terang Benny.
baca juga: Pemkab Karawang Dianggap Tidak Serius Tangani Masalah Lingkungan
Secara regional, kata dia, munculnya badai tropis Hagibis di Laut Cina Selatan mengakibatkan kembali adanya aliran massa udara ke arah pusat tekanan rendah badai tersebut. Hal ini mengakibatkan penurunan potensi dan intensitas hujan di wilayah Sumsel tiga hari ke depan (10-12 Oktober 2019). (OL-3)
Cuaca panas ekstrem yang melanda Kota Pekanbaru dituding menjadi pemicu utama meningkatnya kerawanan kebakaran di area lahan gambut dan semak belukar.
BMKG deteksi 113 titik panas di Riau per 18 Maret 2026. Bengkalis dan Dumai mendominasi. Simak update pemadaman karhutla oleh tim gabungan BPBD di sini.
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) terus memperkuat upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
REGU pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Manggala Agni terus mengintensifkan upaya pemadaman di sejumlah titik api di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.
LUAS kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau pada periode Januari-Februari 2026 mencapai 4.400 hektare dan 94% di antaranya berada di lahan gambut (4.173,82 ha).
KABUT asap dilaporkan menyelimuti Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Rabu (11/3) pagi.
KABUT asap dilaporkan menyelimuti Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Rabu (11/3) pagi.
Karhutla di Sumatra dan Kalimantan menyebabkan indeks standar pencemaran kualitas udara (Ispu) berada pada posisi tidak sehat akibat kabut asap pekat
KABUT asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, kian parah.
Kebakaran lahan gambut sekitar di SMK Maarif NU Martapura, Kabupaten Banjar pada Jumat (11/10) menyebabkan tiga orang pelajar pingsan dan sesak napas akibat terpapar kabut asap.
KEBAKARAN hutan dan lahan (Karhutla) terus terjadi di Provinsi Kalimantan Selatan. Sejauh ini operasional Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru masih aman dari kabut asap akibat karhutla.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved