Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
POLITIKUS PDIP Marselinus Ajo Bupu kembali ditetapkan sebagai ketua DPRD Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Selain Marselinus, kursi Wakil Ketua DPRD Nagekeo juga kembali ditempati politikus Golkar Kristianus Dua Wea.
Sementara satu kursi wakil ketua DPRD Nagekeo menjadi milik politikus partai NasDem Yosefius Denga
Sumpah jabatan ketiga unsur pimpinan DPRD Nagekeo tersebut dilakukan di ruang rapat paripurna DPRD Nagekeo, Senin (7/10).
Ketua DPRD Nagekeo dalam sambutannya usai mendapat palu sidang dari pimpinan DPRD sementara, mengajak segenap anggota DPRD untuk selalu peka mendengar aspirasi rakyat.
Baca juga : Dana Desa Berdayakan Kaum Perempuan Desa latonliwo Satu
"Kita harus menempatkan kepentingan masyarakat diatas kepentingan pribadi atau golongan karena kita adalah representasi dari rakyat" kata Marselinus.
Selain itu Marselinus Ajo mengajak Pemeritah Kabupaten Nagekeo untuk bersama-sama DPRD Kabupaten Nagekeo, membangun dan memajukan Kabupaten Nagekeo, dalam koridor komunikasi yang harmonis.
Sebab bagaimana pun, eksekutif dan legislatif adalah dualitas inheren yang tidak terpisah. Undang- undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah secara jelas menyatakan bahwa Pemerintah Daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh Pemerintah dan DPRD.
"Sudah selayaknya, Pemerintah Kabupaten Nagekeo bersama DPRD Kabupaten Nagekeo bekerja sama dengan baik, dalam spirit kemitraan sejajar untuk menempatkan kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Nagekeo paling posisi paling utama," pungkasnya. (OL-7)
Selain Minyakita, tim juga menemukan harga cabai rawit Rp75.000/kg, bawang merah Rp40.000/kg, bawang putih Rp45.000/kg, daging sapi Rp105.000/kg, daging ayam Rp40.000/kg.
Survei terbaru yang dirilis Voxpol Center Research and Consulting menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih tergolong tinggi.
Perlindungan satwa adalah bagian tak terpisahkan dari mitigasi bencana dan keseimbangan ekosistem.
Sejak 2019, Faris terjun ke NTT untuk melakukan misi sosial dalam penanganan masalah kesehatan di daerah itu.
IA sampai pada ujung hidupnya. Tapi narasi kepergiannya tak berujung. Ia pergi dalam sunyi. Pamit dalam diam. Diam dan sunyi itu menjadi saksi terakhir ziarah hidupnya.
KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta lembaga terkait memberikan pendampingan psikososial untuk saudara dan keluarga anak korban bunuh diri di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved