Senin 07 Oktober 2019, 13:30 WIB

Dana Desa Berdayakan Kaum Perempuan Desa latonliwo Satu

Ferdinandus Rabu | Nusantara
Dana Desa Berdayakan Kaum Perempuan Desa latonliwo Satu

MI/Ferdinandus Rabu
Gedung PKK hasil Dana Desa di Desa Latonliwo Satu

 

SALAH satu tujunan bergulirnya dana desa adalah untuk pemberdayaan sumber daya manusia (SDM), Maka Desa Latonliwo Satu, Kecamatan tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Provinsi Nusa Tenggara Timur, juga fokus pada pengembangan SDM, Khususnya bagi pemberdayaan kaum perempuan.

Perhatian Pemerintah Desa Latonliwo Satu terhadap kualitas SDM perempuan di desa ini terwujud dalam alokasi sebagian anggaran dana desa untuk tujuan pengembagan kelompok perempuan dalam sejumlah aktivitas kehidupan perempuan di desa, seperti pemberdayaan kelompok PKK, Kelompok tenun ikat dan pangan lokal.

Kepala Desa Latonliwo Satu, Gaspar Bali Belaja saat ditemui Senin (7/10), mengakui dalam tiga tahun kempemimpinannya, dana desa difokuskan pula bagi pemberdayaan kaum wanita untuk mengangkat kualitas SDM yang selama ini masih terpinggirkan.

"Sejak tahun 2016 hingga 2019 ini, sebagian alokasi dana desa kami fokuskan bagi permberdayaan kaum perempuan di desa kami, karena saya melihat selama ini banyak perempuan di desa yang masih terpinggirkan dan belum diberdayakan semaksimal mungkin," katanya.

Gaspar mengungkapkan, pihaknya memberikan perhatian khusus bagi pemberdayaan kelompok perempuan PKK di desa lewat alokasi dana lebih dari Rp21 juta pada 2016.

Baca juga : Internet Gratis Hadir di Kampung Labuan Bajo

Pemberdayaan kelompok PKK dilakukan dengan memberikan pelatihan menjahit, pengolahan pangan lokal yang bergizi, serta mendatangkan alat-alat masak bagi kleompok PKK.

Tidak hanya itu, pada 2017, Pemkab Desa Latonliwo Satu juga tetap mengalokasikan dana desa bagi pemberdyaaan kaum perempuan melalui kegiatan tenun ikat.

"Kami mencoba mengangkat kembali budaya tenun ikat bagi kaum perempuan di desa kami. Untuk tenun ikat ini kami mengalokasikan dana desa sekitar Rp27 juta rupiah pengadaan alat-alat tenun ikat serta pelatihan bagi kaum perempuan," ujar Gaspar.

Sejauh ini, lanjut Gaspar, hasil tenunnya sudah ada dan dijual kembali ke lembaga adat yang ada di desa. Artinya pemberdayaan ini terus berkelanjutan di dalam desa.

"Kain tenunan oleh wanita di desa ini kemudian dijual dan dibeli lagi oleh lembaga adat. Karena dana desa juga kami alokasikan sebagian bagi pemberdayaan dan pengembangan lembaga adat di desa kami," ucap Gaspar.

Selain itu, Gaspar menabahkan, tidak hanya pelatihan dan pengembangan kualitas SDM perempuan, tetapi juga dibangun sarana prasarana fisik sebagai wadah untuk berkumpulnya kaum wanita di desa tersebut.

"Untuk menghimpun kaum perempuan yang ada di desa kami dalam satu wadah, maka pada 2018, kami juga membangun sarana gedung PKK dengan alokasi anggaran dana desa senilai Rp285 juta. Bangunan ini diresmikan langsung oleh bupati beberapa waktu lalu. Dengan adanya gedung PKK ini, sehingga kegiatan pelatihan dan pemndampingan bagi pemberdayaan SDM perempuan di desa kami lebih terfokus dan tertata lebih baik. Diharapkan dengan pemberdayaan SDM ini, kaum wanita yang selama ini dilihat sebelah mata dapat semakin terampil untuk mengembangkan diri demi memajukan desa ini bersama-sama," pungkas Gaspar. (OL-7)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More