Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
KEBAKARAN hebat melanda Kawasan Hutan Lindung (KHL) Egon Ilin Medo di Dusun Blidit, Desa Persiapan Egon Buluk, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Senin (30/9) pagi hingga petang menyebabkan 20 hektare hutan lindung yang berada di bawah kaki Gunung Egon ini hangus terbakar.
Sejumlah tanaman yang berhasil ditanami dalam proyek Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) 2018 seperti pohon trembesi, mahoni, dan waru hangus dilalap si jago merah pada 3 lokasi kebakaran.
Di lokasi kebakaran itu pada 2018 lalu, pemerintah setempat berhasil menanam tanaman komoditi sebanyak 100 ha, dari ujung Kampung Blidit sampai puncak pendakian.
Secara ekologis, kebakaran itu sangat merugikan, karena banyak tanaman baik yang baru ditanam atau yang sudah berumur panjang terpaksa mati. Kebakaran di hutan lingung Egon Ilin Medo yang merupakan daerah tangkapan air telah berdampak menurunnya debit air di sejumlah mata air di daerah Waigete setiap tahun.
Sementara itu, kebakaran hebat itu telah menghanguskan tanaman anaman Eucalyptus urophylla (Ampupu) yang terus menyimpan bara api dan sulit padam.
Para petugas UPT KPH Sikka pun menyisir api yang masih membakar batang pohon keras itu meski dengan peralatan seadanya.
Hingga hari kedua, Selasa (1/10), masih ada beberapa titik api KHL Egon Ilin Medo masih terlihat di beberapa lokasi yang terbakar pada lokasi 1 dan lokasi 2, Register Tanah Kehutanan (RTK 107), dan lokasi 3.
Berdasarkan pemantauan Media Indonesia, banyaknya pepohonan yang kering dan tumbang mengakibatkan bara api belum bisa dimatikan dan petugas kewalahan karena menggunakan alat seadanya.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Kesatuan Pengelolaan Hutan Wilayah Kabupaten Sikka, Hery B Siswadi, menyampaikan, hari kedua kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di lokasi ke-2 dan petugas Pol Hut sudah melakukan pemadaman.
"Pada siang hari ditemukan lagi pada lokasi 1 dan lokasi 3 dan kita sudah melakukan pemadaman pada titik-titik api yang berada di kayu yang sudah tumbang karena terbakar. Jika dibiarkan api pada pohon kering yang tumbang berpotensi kembali membakar hutan lindung ini," ungkapnya.
Kendala yang dihadapi yaitu terbatasnya sarana dan prasarana. Pihaknya saat ini hanya memiliki profil tank, ember, dan 2 buah alat semprot
.
Baca juga: Status Tanggap Darurat Asap Karhutla Riau Dicabut
"Kami sangat membutuhkan mobil tangki untuk membantu penyemprotan langsung pada titik api yang berada di kayu, sehingga semprotannya lebih kuat dan apinya langsung padam," ujarnya.
Sehingga kalau terjadi kebakaran hutan paling tidak UPT KPH sudah punya mobil tangki supaya bila terjadi kebakaran hutan kita bisa langsung bergerak, sehingga luasan kebakaran bisa dikurangi.
"Untuk hari ini luas kebakaran masih diperkirakan kurang lebih 20 ha lahan Egon Ilin Medo yang terbakar, kami belum bisa melakukan pemetaan di aplikasi karena semua petugas dikerahkan ke lapangan sampai dengan hari ini," ungkapnya.
Kebakaran hari ini masih juga berada pada lokasi yang sama seperti kemarin terjadi kebakaran. Belum ada areal baru yang terbakar.
Secara keseluruhan luas KHL Egon Ilin Medo di Dusun Blidit, Desa Persiapan Egon Buluk, Kecamatan Waigete, luas secara keseluruhan 19.456 di 5 kecamatan di Kabupaten Sikka dan lokasi yang terbakar terdapat pada luas sekitar 1.000 ha lebih dan lokasi terbakar diperkirakan kurang lebih 20 ha.
Hari ini yang terlibat dalam pemadaman api UPT KPH kabupaten Sikka, Koramil Talibura, dan Polsek Waigete. Hari kedua, Selasa (1/10), pihak UPT KPH Sikka sudah berkoordinasi dengan BPBD tapi tidak datang. Pihak UPT KPH Sikka pun mengupayakan dengan peralatan seadanya. Sebuah profil tank dipersiapkan untuk mengisi air guna memadamkan api.
"Kami mengharapkan kepada pengguna jalan khususnya warga yang melewati jalur ini untuk tidak merokok dan membuang rokok sembarang sehingga tidak menimbulkan kebakaran, mari jaga dan lestarikan hutan kita, apa lagi jalur ini merupakan kawasan hutan lindung. Kita juga selalu melibatkan masayarakat dalam kegitatan reboisasi hutan dan lahan," ujarnya.
Penyebab utama kebakaran tersebut belum diketahui, tetapi diduga akibat kelalaian atau kesengajaan masyarakat saat membuang puntung rokok. (OL-1)
Pemerintah Spanyol menambah 500 pemadam kebakaran, menjadi total 1.900 orang untuk mengatasi kebakaran hutan. Korban jiwa bertambah menjadi empat orang.
Uni Eropa mengirimkan dua pesawat pemadam kebakaran ke Spanyol untuk membantu memadamkan kebakaran hutan.
Badan Keamanan dan Situasi Darurat Wilayah Otonomi Madrid menyatakan 180 orang dievakuasi akibat kebakaran hutan tersebut.
Gelombang panas mencapai 44°C melanda Eropa Selatan, memicu kebakaran hutan dan memaksa ribuan orang tinggalkan rumah.
Lebih dari seribu orang dievakuasi di Spanyol akibat kebakaran hutan yang terus meluas.
Kawasan bukit Corbières di Prancis selatan terbakar. Sekitar 8.000 lahan dilalap api, menutup akses jalan tol, dan melukai dua orang.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved