Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
UPACARA peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang berlangsung di halaman kantor bupati Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Selasa (1/10) cukup unik.
Apel bendera ini diikuti ratusan pegawai dan pelajar yang mengenakan busana daerah dan ikat kepala berupa kain merah putih. Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Flores Timur Antonius Gege Hadjon dengan seluruh Forkopimda.
Dalam sambutannya, Bupati Flotim Antonius Gege Hadjon mengimbau kepada seluruh ASN dan pelajar serta seluruh warga untuk bersama-masa menjaga Pancasila sebagai dasar negara dengan selalu mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai wujud cinta bangsa dan negara.
"Melalui momentum Hari Kesaktian Pancasila ini, saya mengajak kita semua untuk selalu berbangga memiliki Pancasila sebagai dasar negara. Kita harus bangga atas segala upaya yang telah dilakukan baik dari para pahlawan dan pejuang, pemerintah dahulu dan sekarang. Para mahasiswa, pelajar dan seluruh elemen masyarakat yang dengan aksinya masing-masing hanya untuk menjaga nila-nilai Pancasila demi utuhnya NKRI," ujarnya.
"Kita mengetahui adanya banyak perbedaan suku, agama, ras dan golongan di negara ini termasuk di Kabupaten Flores Timur, sehinggga sudah berulang kali saya sampaikan bahwa perbedaan-perbedaan itu tidak boleh menjadi bagian untuk memecah belah daerah dan bangsa, tetapi perbedaan tersebut harus menjadi bagian utama untuk mempersatukan kita dalam kehidupan sehari-sehari."
baca juga: Pemkot Medan Soroti Kinerja BPJS Kesehatan
Lebih lanjut bupati menegaskan bahwa Bhineka Tunggal Ika memiliki arti berbeda beda tetapi tetap satu. Semboyan ini harus tetap dijaga demi tegaknya NKRI.
"Saya mengajak semua orang jangan menjadi bagaian dari pemecah belah bangsa ini. Kita tidak boleh menjadi bagian untuk menghancurkan bangsa ini, tetapi harus sama-sama saling merangkul dan mempertahankan bangsa ini dengan menjadikan perbedaan-perbedaan tersebut sebagai pemersatu bangsa, demi tetap tegaknya NKRI," tegas Bupati Anton. (OL-3)
AWAL tahun 2026 menghadirkan sebuah kejutan penting bagi Indonesia.
Adanya pelanggaran dalam tata kelola pemerintahan negara yang baik serta praktik politik yang tidak demokratis karena mengabaikan suara rakyat.
Sebagai agenda pembangunan global, SDGs diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia secara menyeluruh dan berkelanjutan melalui aksi-aksi terukur di lapangan.
SERANGAN Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela menandai kembalinya praktik unilateralisme secara terang-terangan dalam politik internasional. T
Tanpa Pancasila sebagai bingkai, demokrasi lokal hanya akan sibuk merayakan prosedur, tetapi gagal menghadirkan keadilan.
Jika Generasi Z Indonesia mengadopsi Pancasila sebagai filter etika AI, kita tak hanya selamat dari distopia teknologi, tapi juga membangun Nusantara digital yang berkeadilan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved