Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYEBARAN paham radikal terorisme tidak melulu menyasar masyarakat biasa, pegawai lembaga negara, kementerian, bahkan aparat keamanan pun tak luput dari pengaruh paham negatif ini, kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius.
"Siapa pun bisa terpapar, polisi, TNI," kata Suhardi saat memberikan ceramah di hadapan 1.500 siswa Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan 48 di Aula Setukpa Lemdiklat Sukabumi, Jawa Barat, Senin (23/9).
Suhardi mengatakan, saat ia menjabat Kapolres Depok ada anggotanya yang terpengaruh paham radikal ketika menjalankan tugas.
"Saya contohkan anggota saya, pintar mengaji, rajin shalat, saya berangkatkan ke Aceh, balik-balik jadi teroris. Jadi, jangan dikira Polri tidak bisa terkena paham seperti ini," ungkapnya.
Oleh karena itu, kata Suhardi, dibutuhkan persiapan dan pembekalan yang matang untuk para siswa yang nantinya akan menjadi perwira sehingga memiliki ketahanan, kemudian bisa membentengi dirinya dan masyarakat.
Baca juga: Polisi Tangkap Salah Satu DPO Kasus Video Porno Garut
"Sekarang kita berikan bekal, harus kita persiapkan, harus bisa cari solusi, kita identifikasi bagaimana penanganannya. Aparatnya dulu yang steril, setelah itu baru ke masyarakat," ujar mantan Kabareskrim Polri ini.
Suhardi menjelaskan, sebagai aparat yang berhubungan langsung dengan masyarakat, anggota polisi memiliki peran besar, baik atau buruknya institusi kepolisian akan bergantung pada mereka.
"Kalian adalah ujung tombak Polri, first line supervisor, kalian bersentuhan langsung dengan masyarakat. Berikan pengayoman bagi masyarakat di seluruh Indonesia. Sedikit kalian melakukan kesalahan, langsung buruk di mata masyarakat," kata Suhardi.
Wakil Kepala Setukpa Lemdiklat Sukabumi, Kombes Pol Eko Rudi Y, berharap ilmu yang telah dibagikan Kepala BNPT nantinya dapat diterapkan dan dimanfaatkan para siswa SIP ketika sudah dilantik menjadi perwira dan terjun kembali ke masyarakat.
"Mudah-mudahan apa yang disampaikan Kepala BNPT bisa menjadi wawasan untuk menghadapi ancaman terorisme ke depannya," katanya. (OL-1)
Keterlibatan aktif orang tua dalam komunitas pengawasan dinilai menjadi faktor kunci dalam memutus mata rantai penyebaran paham ekstrem.
Mencegah radikalisme dan intoleransi berarti menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Ciri berikutnya adalah anak cenderung menarik diri dari pergaulan karena komunitas TCC membuat mereka nyaman sehingga anak-anak lebih suka menyendiri.
Densus 88 mengungkap remaja 14 tahun di Jepara memiliki koneksi dengan pendiri kelompok ekstremis Prancis BNTG dan aktif di komunitas True Crime.
BNPT mencatat 112 anak Indonesia terpapar radikalisasi terorisme lewat media sosial dan gim online sepanjang 2025, dengan proses yang makin cepat di ruang digital.
Radikalisme dan intoleransi tidak bisa dilawan hanya dengan regulasi, tetapi dengan penghayatan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman etis bersama.
REMAJA dan anak-anak sekarang dinilai lebih rentan terhadap paparan paham radikal di ruang digital. Kondisi ini dinilai berbahaya karena kelompok usia tersebut dalam fase pencarian jati diri.
BNPT mengungkapkan ada 27 rencana serangan terorisme yang berhasil dicegah dalam tiga tahun terakhir, dengan ratusan pelaku terafiliasi ISIS ditangkap.
BNPT mencatat 112 anak Indonesia terpapar radikalisasi terorisme lewat media sosial dan gim online sepanjang 2025, dengan proses yang makin cepat di ruang digital.
KEPALA BNPT Eddy Hartono menyoroti secara mendalam fenomena memetic radicalization yang kini menjadi ancaman nyata bagi generasi muda.
Menurut Edi Hartono, media sosial dan game online telah terbukti menjadi salah satu sarana yang digunakan pelaku terorisme untuk melakukan perekrutan.
Program ini memberikan edukasi mendalam mengenai upaya mitigasi penyebaran paham radikal terorisme di ruang digital.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved