Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYIDIK Kepolisian Resort (Polres) Flores Timur, NTT, telah menetapkan seorang tersangka berinisial BHW terkait karhutla yang terjadi beberapa waktu lalu di Desa Klatanlo, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Hingga kini, penyidik pun terus mendalami perbuatan pelaku, sementara berkas pemeriksaan tahap pertama pun telah dinyatakan lengkap dan sudah diserahkan ke Kejaksaan Negeri Larantuka.
Kapolres Flotim AKBP Deni Abrahams mengakui terkait karhutla yang terjadi beberapa waktu lalu di desa Klatanlo, Kecamatan Wulanggitang, polisi telah menetapkan seorang tersangka dan berkas pemeriksaan telah diserahkan ke kejaksaan.
"Penyidik telah menetapkan tersangka dan saat ini pelaku masih terus diperiksa intensif oleh penyidik, sekaligus untuk mendalami motif pelaku. Informasi dari penyidik, berkas pemeriksaan tahap pertama sudah dinyatakan lengkap dan telah diserahkan ke kejaksaan, sehingga masih menunggu petunjuk selanjunya dari pihak kejaksaan," kata Deni saat dikonfirmasi, Rabu (18/9).
"Penyidik pun telah mengambil langkah-langkah persiapan termasuk menyiapkan sejumlah ahli jika dibutuhkan. Dalam pemeriksaan tersangka itu, sebanyak 6 saksi sudah diperiksa dan diambil keterangan. Sejumlah barang bukti pun sudah dikumpulkan. Sehingga dari fakta, bukti dan kerangan saksi, berkas pemeriksaan telah dinyatakan lengkap oleh penyidik dan sudah diserahkan ke Kejaksaan Negeri Larantuka," imbuhnya.
Baca juga: Debit Air Menurun, PDAM Flotim Cari Sumber Air Baku Alternatif
Pihaknya pun tak main-main dalam proses hukum terkait karhutla. Imbauan kepada masyarakat untuk tak melakukan pembakaran hutan dengan sengaja ataupun tidak sudah berkali-kali disampaikan. Hal ini guna menghindari bencana kebakaran, kabut asap serta jeratan hukum.
Sebelumnya, tersangka dengan inisial BHW, 27, ditangkap petugas pada Sabtu (31/8) lalu, karena diduga melakukan pembakaran. Saat itu tersangka membersihkan kebun miliknya dengan cara membakar lahan untuk ditanami pohon kemiri.
Namun karena angin kencang membuat api semakin membesar hingga merambat ke wilayah hutan lindung sekitar Gunung Lewotobi, Kecamatan Wulanggitang.
Saat api meluas, Kapolsek Wulanggitang Iptu Muhammad Pua Djiwa bersama sejumlah warga datang ke lokasi berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Namun kobaran api terus membesar sehingga petugas bersama warga pun akhirnya kewalahan memadamkan api. Pelaku akhirnya diamankan polisi.
Pelaku diancam dengan Pasal 78 ayat 4 juncto Pasal 50 ayat 3 dan UU RI No. 41 tahun 1999 tentang kehutanan sehingga pelaku diancam hukuman 5 tahun penjara.(OL-5)
HUJAN lebat disertai angin kencang yang melanda Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (24/1) dini hari nyaris merenggut nyawa seorang anak perempuan.
Tanah longsor terjadi pada Kamis (22/1) sore akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak pagi hari.
Sebuah pertikaian keluarga berujung pada tewasnya seorang pria berusia 55 tahun, berinisial MG di Rumah Adat Gendang Palit. Korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh tiga keponakan.
Penundaan pelayaran ini sejalan dengan peringatan dini cuaca maritim yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.
PULUHAN siswa Sekolah Dasar Inpres (SDI) di Pilau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus menempuh proses belajar di gedung yang rusak parah.
Dunia usaha di Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan optimisme kuat memasuki awal 2026, seiring meningkatnya investasi dan membaiknya aktivitas ekonomi pada akhir 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved