Sabtu 14 September 2019, 08:00 WIB

Debit Air Menurun, PDAM Flotim Cari Sumber Air Baku Alternatif

Ferdinandus Rabu | Nusantara
Debit Air Menurun, PDAM Flotim Cari Sumber Air Baku Alternatif

MI/Ferdinandus Rabu
Anak-anak di Flores Timur mencari sumber air bersih

 

KEMARAU yang berlangsung sejak Bulan April di Kabupaten Flores Timur (Flotim), Provinsi Nusa Tenggara Timur, terus berkepanjangan hingga menyebabkan dua sumber air baku milik PDAM mulai mengering dengan debit air tersisa 21-24 liter per detik. PDAM pun mulai kesulitan melayani ribuan pelanggan secara maksimal.

Sejumlah upaya pun terus dilakukan pihak PDAM untuk mengatasi krisis air di daerah ini, termasuk mencari sumber air baku yang baru dan pemanfaatan sumur bor yang ada di daerah ini.

"Saat ini dua sumber air baku kami terus menurun debit airnya. Hingga Agustus debit air tersisa hanya 21 liter/detik, sehingga tidak mampu melayani 6 ribu lebih warga Larantuka. Padahal dibutuhkan minimal volume air 65 liter per detik untuk dapat melayani semua pelanggan. Tapi mau bagaimana lagi, karena hanya dua sumber air baku saja yang kami miliki," kata Direktur PDAM Flores Timur, Fransiskus M Carvalho, Jumat (13/9).

Kini, PDAM mulai mencari sumber air baku alternatif dengan mengharapkan sumber-sumber air lainnya, seperti sumber air di wilayah Bama dan sumur-sumur bor yang disebut sedang dibangun namun belum juga ada sampai saat ini.

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Tahun ini pemda sudah menganggarkan secara detail rencana desain pencarian mata air baru dengan anggaran sekitar 200 juta untuk perencaanaan tersebut," imbuhnya.

Baca juga:  PDAM Flores Timur Rugi Rp600 Juta Lebih

Selain itu, upaya lainnya yakni melalui penekanan kebocoran dengan perbaikan jaringan air pada pipa-pipa yang bocor, karena diakui jaringan air yang ada saat ini sudah tua dan banyak yang rusak. Sehingga perlu diperbaiki agar air bisa dialirkan dengan efektif tanpa terbuang, apalagi saat kesulitan air seperti ini.

"Banyak jaringan air kita yang sudah hancur dan rusak, sehingga rencananya tahun ini juga kita perbaiki dengan sumber dana dari penyertaan modal yang dianggarkan sebesar Rp2 miliar, tetapi realisasinya masih sangat kecil hanya Rp750 juta saja. Jadi saat ini kita hanya mampu menangani sebagian jaringan saja. Kemarin kami juga sudah mengusulkan ke dana APBN, dan janjinya tahun 2020 nanti," ungkap Fransiskus.

Sementara itu, dari data PDAM menyebutkan dua sumber air baku saat ini menurun debit airnya. Seperti di sumber air Lepomatan yang biasanya 70 sampai 100 liter per detik, saat ini turun jauh sekali hingga tersisa 24 liter per detik. Begitu juga sumber air baku di Waidoko yang biasa dioperasikan dengan pompa juga menurun drastis. Biasanya 42 liter per detik, tetapi saat ini yang tertinggal hanya 24 liter perdetik.(OL-5).

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More