Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBAKARAN hutan dan lahan di Kalimantan Selatan yang berlangsung sejak Agustus lalu semakin parah dan menimbulkan kabut asap di sebagian besar wilayah tersebut. Serangan kabut asap juga mulai mengganggu jadwal penerbangan di Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru.
Pantauan Media Indonesia pada Rabu (11/9), kabut asap pekat menyelimuti kawasan bandara Syamsudin Noor dan menyebabkan sejumlah jadwal penerbangan terutama pagi hari terpaksa ditunda. Laporan pihak Angkasa Pura pada Pusat Pengendalian dan Operasional BPBD Kalsel menyebut jarak pandang hanya 200 meter sampai 600 meter saat pagi hari.
Sementara jarak pandang minimal untuk penerbangan di atas 800 meter, sehingga penerbangan terpaksa ditunda. Penundaan jadwal penerbangan rata-rata satu setengah jam pada pagi hari. Jadwal penerbangan pagi yang ditunda antara lain Banjarmasin tujuan Surabaya, Balikpapan, Yogyakarta, dan Jakarta. Namun untuk jadwal penerbangan siang dan sore diharapkan bisa berjalan normal.
"Serangan kabut asap semakin parah dan sempat mengganggu jadwal penerbangan," ujar Wahyudin Ujud, Kepala BPBD Kalsel, Rabu (11/9).
Selain mulai mengganggu jadwal penerbangan serangan kabut asap juga mengganggu kelancaran transportasi dan kesehatan masyarakat. Jumlah penderita ISPA terus meningkat.
baca juga: Hujan Buatan Disiapkan
Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan Kalsel, Yusuf Efendi, mengatakan pihaknya memberikan toleransi kepada siswa yang bermukim di daerah terpapar kabut asap untuk tidak masuk sekolah. Hingga kini karhutla di Kalsel semakin parah dan terus meluas. Tercatat karhutla di Kalsel telah mencapai lebih 3.000 hektar dengan jumlah titik api hampir 400 titik api berdasarkan pantauan satelit aqua terra. (OL-3)
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto ingatkan daerah siaga dini hadapi fenomena bencana tak merata, mulai dari banjir hingga karhutla jelang puncak kemarau 2026.
Karhutla terjadi akibat adanya oknum masyarakat yang sembarang melempar puntung rokok ke lahan kering yang mudah terbakar ataupun yang membuka lahan dengan cara membakar.
Keunggulan dari penggunaan sensor VIIRS dan MODIS adalah kemampuannya dalam memantau wilayah yang sulit dijangkau secara langsung.
Cuaca panas ekstrem yang melanda Kota Pekanbaru dituding menjadi pemicu utama meningkatnya kerawanan kebakaran di area lahan gambut dan semak belukar.
BMKG deteksi 113 titik panas di Riau per 18 Maret 2026. Bengkalis dan Dumai mendominasi. Simak update pemadaman karhutla oleh tim gabungan BPBD di sini.
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) terus memperkuat upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved