Rabu 11 September 2019, 07:45 WIB

Hujan Buatan Disiapkan

Indriyani Astuti | Nusantara
Hujan Buatan Disiapkan

MI/Rudi Kurniawansyah
Kepala BNPB Doni Monardo meninjau persiapan pelaksanaan TMC operasi hujan buatan untuk penanganan Siaga Darurat Bencana Asap akibat Karhutla

 

MODIFIKASI cuaca melalui hujan buatan untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) disiapkan di Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara. Hujan buatan juga bertujuan mengurangi kabut asap sebagai dampak dari karhutla.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan penyemaian garam untuk hujan buatan baru dapat dilakukan sebab bibit awan terdeteksi di wilayah Kalimantan pada Senin (9/9). Adapun pemantauan cuaca dilakukan sejak Juli 2019 melalui posko BMKG.

"Penguapan minim sehingga tidak terbentuk awan. Itu yang mengakibatkan modifikasi cuaca sulit dilakukan," tutur Dwikorita dalam acara temu media mengenai karhutla di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta, kemarin.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian LHK Raffles B Panjaitan menambahkan, hujan buatan telah dilakukan di Palembang dan Pekanbaru pada Jumat (6/9). "Dilakukan 207 sorti. Sekitar 160.816 kilogram garam yang disemai ke bibit awan," ujarnya.

BMKG juga memastikan tidak ada asap dari karhutla di Indonesia yang menyeberang ke Malaysia. Data dari pantauan satelit Himawari dan Geohotspot menunjukkan asap berasal dari titik panas lokal di Malaysia sendiri. Selain itu, ada peningkatan jumlah titik panas secara mencolok, terutama di Semenanjung Malaysia dan sebagian wilayah Vietnam.

"Asap di Riau tidak terdeteksi melewati Selat Malaka karena terhalang angin," kata Dwikorita.

Pemerintah Malaysia sejauh ini telah mengirim setengah juta masker wajah ke Negara Bagian Sarawak. Indeks polusi udara di Sarawak kemarin tercatat tidak sehat. Kementerian Pendidikan Malaysia lalu memerintahkan penutupan 409 sekolah dasar dan menengah di seluruh Sarawak. (Ind/Sru/AD/DY/RK/DW/PT/RF/SL/PO/RD/X-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More