Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
BUPATI Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Fransiskus Roberto Diogo, meminta warga Desa Ilimedo dan Werang, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT, untuk membuka blokade jalan keluar dan masuk lokasi pengerjaan Bendungan Napun Gete.
Menurut Bupati Sikka, lahan yang diblokade tersebut sudah dibayarkan ganti ruginya. Pembayaran sisa ganti rugi lahan sebesar Rp40 miliar menanti penghitungan tim appraisal.
Diberitakan sebelumnya, warga Desa Ilimedo dan Werang, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, memblokade jalan masuk ke Waduk Napung Gete, Sabtu (31/8) lalu. Akibatnya, proses pengerjaan bendungan tersebut terhenti sudah sepekan.
"Saya didatangi oleh kelompok tani Napung Gete, mereka sudah saya sampaikan bahwa proses ini sudah diurus oleh Pemerintah Pusat dan
Provinsi NTT," kata Robi, sapaan karib bupati, Senin (9/9).
Ia pun menghimbau kepada masyarakat agar tidak menutup pintu masuk yang sudah dibebaskan Pemerintah Kabupaten Sikka. Proses pembayaran ganti rugi merupakan proses administrasi.
"Pihak Polres Sikka akan melakukan pendekatan kepada masyarakat agar penutupan jalan menuju proyek pembangunan Bendungan Napung Gete dibuka dahulu agar pengerjaan tetap berlanjut," ujarnya.
Robi menegaskan pemerintah bukan menunda pembayaran, tetapi tugas Pemkab Sikka sudah selesai. Kewajiban Pemkab Sikka, disebutnya, sudah sesuai dengan kesepakatan.
Baca juga: STFK Ledalero, Lembaga Pendidikan Filsafat Teologi Terbesar Dunia
"Uang itu harus dibayar secara tepat, jadi pemerintah pusat dan provinsi melalui dana APBN, mereka harus menggunakan tim appraisal untuk menghitung secara terperinci sehingga pembebasan lahan ini tidak mengalami kendala," tuturnya.
Penghitungan tim aprraisal pun, kata Robi, sudah hampir final sehingga masyarakat diminta untuk bersabar.
Sementara itu, Simon Lewar salah seorang pemilik lahan mengakui pihak Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II menjanjikan pembayaran sisa ganti rugi lahan dilakukan akhir Agustus 2019.
"Warga meminta akhir Agustus sisa ganti rugi lahan sudah dibayarkan semua. Pak Beni dari PPK tanah Balai Wilayah Sungai juga menjanjikan akhir Agsutus sudah tuntas," ucapnya.
Setelah warga blokir jalan masuk di April 2019, kata Simon, balai wilayah sungai menjanjikan akan membayar lunas di akhir bulan Agustus 2019 karena tak kunjung dibayar maka warga kembali blokade jalan masuk.
Luas lahan yang telah dibebaskan menggunakan dana dari Pemkab Sikka sebesar 53,5296 hektare dengan jumlah Rp16.776.533.444. Dana tersebut berasal dari APBD II Kabupaten Sikka.
Sisa dana untuk ganti rugi lahan sekitar Rp40 miliar dari dana APBN untuk lahan seluas 91,68 ha dari keseluruhan luas areal bendungan 161,61 ha. Lahan ini milik 225 warga. (OL-1)
Kisah haru Aipda Arno di Manggarai, NTT. Berlutut sambil menangis demi memohon warga binaannya agar tidak bentrok. Simak aksi humanis sang polisi di sini
Baru sebulan dipakai, proyek jalan Inpres senilai Rp18,3 miliar di Nagekeo NTT rusak parah. Warga menduga pengerjaan asal jadi dan minta KPK turun tangan.
Balita di Desa Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, Alami Stunting
Korban diduga hanyut saat hendak menyeberangi sungai untuk pulang ke rumah.
BENTROK antarwarga akibat konflik lahan di Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pecah pada Jumat (6/3). Kericuhan melibatkan warga empat desa.
Bentrokan warga pecah di Adonara Timur, Flores Timur (6/3/2026). 3 warga luka tembak senjata rakitan & sejumlah rumah terbakar akibat sengketa lahan.
Keduanya diduga terseret arus ke bagian tengah waduk yang lebih dalam.
Upaya mitigasi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari menyiagakan pompa, pengerukan badan air, hingga optimalisasi sistem drainase dan waduk.
Perlu pembuatan sistem pencegahan banjir yang cukup besar seperti waduk atau embung
Penambahan bukaan pintu pelimpah air dilakukan lantaran kian meningkatnya curah hujan di wilayah hulu waduk.
Di tengah kota Jakarta akan dibangun juga sumur-sumur resapan dan biopori agar tanah air di Jakarta ini sendiri juga bertambah.
Seluruh elemen masyarakat Jakarta diimbau dapat turut serta menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved