Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah Kabupaten Lembata, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menggagas patroli kolaboratif guna mencegah meluasnya kebakaran ke kawasan hutan.
Selain patroli, UPT KPH setempat juga menyediakan papan pemberitahuan tentang wilayah kawasan hutan yang dilindungi pemerintah. Patroli kolaboratif ini dilaksanakan UPT KPH di sejumlah kawasan hutan di Lembata.
“Kami sudah menyelesaikan patroli hutan kolaboratif di wilayah Kecamatan OmeSuri dan Buyasuri. Sekarang kami melakukan patroli ke kawan Hutan Ile Paugora. Di kawasan hutan itu pula kami menanamkan papan pemberitahuan kepada seluruh warga untuk tidak membakar di kawasan hutan,” ujar Kepala UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah Kabupaten Lembata, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Prov NTT, Linus Lawe, Selasa (27/8).
Baca juga: Polisi Padamkan Karhutla di Lembata Dibantu Warga
Linus Lawe menyebutkan, menurut data yang dihimpun hingga bulan Agustus 2019, terdapat 1.475 Ha lahan di dalam kawasan hutan hangus terbakar. Linus merinci di kawan Hutan Hadakewa Labalekang sebanyak 750 ha lahan terbakar, menghanguskan tanaman semak, tegakan pohon, tanaman pertanian dan perkebunan.
Di kawasan Hutan Ile Apugora, lahan terbakar seluas 625 ha, menghanguskan semak, tanaman pertanian dan perkebunan. Di kawasan Hutan Ile Lewotolok, lahan terbakar seluas 50 ha dan di kawasan Hutan Ile Papar lahan terbakar seluas 50 ha.
“Kebakaran hutan dan lahan di 4 kawasan hutan itu seluas 1.475 ha sedangkan seluas 2.350 ha lahan di luar kawasan hutan juga terbakar. Kerugian terbesar adalah hangusnya tanaman pertanian dan perkebunan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, dalam patroli kolaboratif yang digelar, jika ditemukan adanya pembakar hutan dan lahan, pihaknya tak segan merekomendasikan untuk diproses hukum.(OL-5)
HUJAN lebat disertai angin kencang yang melanda Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (24/1) dini hari nyaris merenggut nyawa seorang anak perempuan.
Tanah longsor terjadi pada Kamis (22/1) sore akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak pagi hari.
Sebuah pertikaian keluarga berujung pada tewasnya seorang pria berusia 55 tahun, berinisial MG di Rumah Adat Gendang Palit. Korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh tiga keponakan.
Penundaan pelayaran ini sejalan dengan peringatan dini cuaca maritim yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.
PULUHAN siswa Sekolah Dasar Inpres (SDI) di Pilau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus menempuh proses belajar di gedung yang rusak parah.
Dunia usaha di Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan optimisme kuat memasuki awal 2026, seiring meningkatnya investasi dan membaiknya aktivitas ekonomi pada akhir 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved