Selasa 20 Agustus 2019, 15:32 WIB

Polisi Padamkan Karhutla di Lembata Dibantu Warga

Alexander P. Taum | Nusantara
Polisi Padamkan Karhutla di Lembata Dibantu Warga

MI/Alexander P. Taum
Kebakaran hutan dan lahan di Lembata, diduga karena puntung rokok

 

KEBAKARAN hutan dan lahan masih terus terjadi di Lembata, NTT. Kondisi hutan dan lahan yang mengering diperparah angina kencang yang kerap bertiup di wilayah Lembata, memudahkan lahan mudah terbakar.

Kebakaran hutan dan lahan, kembali terjadi di wilayah Desa Beutaran, kecamatan Ile Ape, Selasa (20/8). Kejadian serupapun terjadi lagi di Desa Waijarang, Kecamatan Nubatukan. Sayangnya, meski berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya, api sulit ditaklukan karena kondisi angin kencang yang melanda wilayah itu.

Anggota Polres Lembata yang dipimpin Iptu Ola Angin Leonardus dan Ipda Aloysius Langoday yang melakukan patroli ke wilayah Kecamatan Ile Ape, Kepada Media Indonesia, Selasa (20/8) mengatakan, Kebakaran di wilayah Desa Beutaran diduga disebabkan pengendara yang membuang puntung rokok saat melintas di areal kering.

"Karena di sekitar itu tidak ada petani yang sedang mengerjakan kebun, sehingga kuat dugaan api berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh pengendara baik sepeda motor ataupun mobil," ujar Iptu Ola Angin Leonardus.

Pantauan Media Indonesia di lokasi kebakaran, api membakar lahan yang kering tersebut seluas lebih dari 1 Ha. Upaya pemadaman terkendala angin kencang yang terus bertiup di lokasi tersebut.

Dibantu warga, anggota Polres Lembata yang sedang berpatroli itu berupaya memadamkan api dengan cara dipukul dengan menggunakan ranting dan daun kayu. Namun kebakaran di lahan tersebut tidak dapat dipadamkan.

Polisi dan wargapun hanya berusaha agar kebakaran tidak semakin meluas. Polisi dan wargapun segera membuat ilaran api pada radius 5 meter dari titik api. Sementara itu, Satpol PP Kabupaten Lembata yang memiliki satu unit Damkar tidak sigap bergerak memadamkan api. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More