Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
AIR mata Sadiah tak berhenti menetes dari kelopak matanya. Ibunda Ipda Erwin Yudha Wildani, 45, anggota Polres Cianjur yang jadi korban terbakar saat aksi unjuk rasa mahasiswa berakhir ricuh, Kamis (15/8) tersebut, begitu terpukul dengan kepergian anak kelimanya dari tujuh bersaudara dengan cara tragis.
Di sudut rumahnya di Jalan Mayor Harun Kabir, Gang Pulo 6, Kelurahan Bojongherang, Kecamatan/Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, ia hanya bisa memegangi foto anaknya. Foto itu menunjukkan saat almarhum baru lulus sebagai anggota Polri pada 1993.
Baca juga: Pemkab Cianjur Jamin Pendidikan dan Pekerjaan Anak Ipda Erwin
Perempuan berusia 70 tahun itu pun mengenang kembali memori saat anaknya masih bocah. Sadiah selalu ingat, dari dulu anaknya itu sudah bercita-cita ingin menjadi polisi. "Polisi adalah cita-citanya sejak kecil," kata Sadiah sambil mengelus-elus foto anaknya.
Sejumlah anaknya yang lain serta kerabat berupaya menenangkan Sadiah agar mengikhlaskan kepergian almarhum. Sadiah tak bisa berkata apa-apa lagi. Ia hanya bisa memejamkan kedua matanya sambil berurai air mata.
Tangis Sadiah kembali pecah saat jenazah almarhum yang dibawa dari Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta, tiba di rumah duka, Senin (26/8) sekitar pukul 09.00 WIB. Di halaman rumah duka, dilakukan upacara penyerahan jenazah dari pihak keluarga korban kepada Polres Cianjur.
Prosesi berlangsung khidmat dalam suasana penuh duka. Kapolres Cianjur Ajun Komisaris Besar Soliyah memimpin upacara serah terima jenazah. Selanjutnya, jenazah dibawa ke Masjid Agung untuk disalatkan. Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Cianjur, Abdul Halim, menjadi imam salat jenazah.
Almarhum Ipda Erwin Yudha Wildana meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Pertamina pada Senin (26/8) sekitar pukul 01.30 WIB. Pada unjuk rasa mahasiswa tergabung dalam OKP Cipayung Plus yang berakhir ricuh di ruas Jalan Siliwangi di depan pintu gerbang komplek Pemkab Cianjur, tubuh almarhum yang merupakan Bhabinkamtibmas di Kelurahan Bojongherang itu dan tiga anggota Polres Cianjur lainnya terbakar.
Hanya beberapa jam ditangani di RSUD Sayang Cianjur, almarhum harus dirujuk ke rumah sakit di Jakarta karena luka bakar yang dideritanya sekitar 80%. Sedangkan tiga anggota Polres Cianjur lainnya yang merupakan personel Satuan Sabhara dirujuk ke RS Sartika Asih, Bandung.
Hampir 11 hari mendapat perawatan dan penanganan intensif, almarhum menghembuskan nafas terakhirnya. Kapolri Jenderal Tito Karnavian pun memberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat luar biasa satu tingkat bagi almarhum dan tiga anggota Polres Cianjur yang menjadi korban pada insiden tersebut.
Almarhum sudah mengabdi sebagai anggota Polri selama 25 tahun. Almarhum meninggalkan seorang istri bernama Sukarni, 46, dan dua anak yakni Erik Yudha Saputra, 20, dan Adinda Wulandari, 18. Erik diketahui baru menyelesaikan pendidikannya di Universitas Suryakancana Cianjur. Sedangkan adiknya, Adinda, masih menempuh pendidikan yang juga di Universitas
Suryakancana.
"Pak Bupati juga sudah menyampaikan sama saya, anak almarhum yang masih sekolah akan dikuliahkan sampai selesai. Sedangkan kakaknya yang laki-laki yang sudah lulus kuliah akan difasilitasi bekerja," tutur Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi memimpin pemakaman almarhum melalui prosesi upacara
kedinasan di Taman Makan Pahlawan Sirnalaya II, Cikaret, Senin (26/8).
Kapolda menuturkan tugas anggota Polri tidak mudah. Namun, semua anggota Polri sudah berkomitmen melaksanakan tugas dengan semua risiko yang tidak mudah karena taruhannya nyawa demi bangsa dan negara.
"Kami harus tetap melaksanakan tugas sebagai pelayan masyarakat dan kami bertanggung jawab terhadap semua situasi kamtibmas. Untuk itu saya berharap, ini kejadian terakhir. Kita tetap melaksanakan pelayanan kepada masyarakat di Jawa Barat walaupun tidak semudah yang orang sampaikan. Tidak semudah yang kita bayangkan," tegas Kapolda.
Baca juga: Ipda Erwin Yudha Akhirnya Wafat
Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengaku Pemkab Cianjur akan menjamin pendidikan anak almarhum yang masih kuliah. Sedangkan kakaknya yang laki-laki akan difasilitasi bisa bekerja.
"Insya Allah, kami akan membiayai pendidikan anak almarhum yang masih kuliah. Sedangkan anaknya yang baru lulus, nanti kami upayakan bisa bekerja. Tinggal memilih, mau bekerja di swasta atau di lingkungan pemerintahan. Insya Allah kami akan bantu," pungkasnya. (OL-6)
KEPALA Dinas Penerangan TNI AD menyatakan bahwa kasus viral penjual es kue yang diduga menggunakan bahan spons atau gabus di Kemayoran, Jakarta Pusat, merupakan kesalahpahaman.
PEMERINTAH menanggapi sorotan publik terkait kasus pedagang yang dituding oleh oknum personel Polri dan TNI menggunakan bahan makanan dari spons atau busa.
Kompolnas bukanlah lembaga yang bertugas mengawasi kinerja Polri, melainkan lembaga pembantu Presiden dalam menentukan kebijakan.
Dude merupakan brand ambassador PT DSI. Maka itu, penyidik perlu mendengarkan keterangan suami artis Alyssa Soebandono itu.
Kadispenad memastikan insiden truk dinas TNI yang menabrak dua anggota Polri hingga meninggal dunia di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, merupakan murni kecelakaan
Momentum kebangkitan Putri di awal tahun ini bertepatan dengan apresiasi yang diterimanya dari instansi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved