Headline

Istana minta Polri jaga situasi kondusif.

Sekitar 23 Ribu Warga Cianjur Putus Sekolah

Benny Bastiandy
21/8/2019 13:43
Sekitar 23 Ribu Warga Cianjur Putus Sekolah
Ilustrasi(Antara )

JUMLAH lulusan SD dan SMP di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang tak melanjutkan ke jejang pendidikan selanjutnya terdapat sekitar 23 ribu orang. Kondisi tersebut diyakini berkonstribusi besar terhadap indeks pembangunan manusia (IPM) Kabupaten Cianjur yang saat ini berada di urutan bontot di Jawa Barat.

"Data yang kami terima dari BPS (Badan Pusat Statistik) masih terdapat warga berusia 17-35 tahun yang lulusan SD dan SMP sebanyak 23 ribuan. Mereka tak bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya," kata Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur, Oting Zaenal Muttaqien, Rabu (21/8).

Berbagai upaya dilakukan Pemkab Cianjur melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat. Satu di antaranya berencana memperbanyak lagi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di setiap pondok pesantren dan desa.

"Kondisi ini perlu penanganan serius. Kami sedang merancang memperbanyak lagi PKBM-PKBM di pondok pesantren maupun di desa-desa," jelas Oting.

Hingga saat ini jumlah PKBM di Kabupaten Cianjur terdata sebanyak 50 unit. Sebanyak 12 unit PKBM di antaranya sudah terakreditasi.

"PKBM yang sudah terakreditasi akan kami berikan bantuan masing-masing sebesar Rp100 juta. Tahun depan, target menambah PKBM di pesantren dan desa mudah-mudahan terealisasi. Nanti kami akan kumpulkan dulu semua pimpinan pondok pesantren untuk mematangkan rencana ini," tuturnya.

Selain menambah PKBM, mantan Sekda Kabupaten Cianjur itu menegaskan Disdikbud juga berencana menggagas kerja sama dengan perguruan tinggi
membuka kelas jauh. Terutama untuk menjangkau masyarakat di Cianjur selatan yang nota bene masih banyak memerlukan sarana dan prasarana pendidikan.

"Kelas jauh diperbolehkan asalkan masih di dalam satu wilayah. Kami ingin nanti di Kecamatan Sindangbarang, Universitas Suryakencana Cianjur bisa membuka kelas jauh," ucapnya.

Oting mengaku membenahi dunia pendidikan bukan perkara mudah. Karena itu, Oting bersama jajarannya terus membenahi program-program pendidikan termasuk kebudayaan secara simultan.

baca juga: 12 Titik Panas Terpantau di Babel

"Bukan kita mau flash back, tapi berbagai program terdahulu saya nilai tidak berjalan efektif. Kita buka lembaran baru agar pendidikan Kabupaten Cianjur bisa kembali bangkit," pungkasnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya