Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
AKSI unjuk rasa mahasiswa tergabung dalam OKP Cipayung Plus Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, di Pendopo, Kamis (15/8), berakhir rusuh. Sejumlah anggota Polres Cianjur yang mengamankan jalannya aksi mengalami luka bakar serius saat berupaya memadamkan api dari dus yang dibakar mahasiswa.
Berdasarkan pantauan, mahasiswa dari berbagai organisasi pergerakan mahasiswa tiba di Pendopo sekitar pukul 12.30 WIB. Mereka mendesak ingin bertemu Plt Bupati Cianjur Herman Suherman untuk menyampaikan beberapa tuntutan yang menjadi raport merah. Namun keinginan bertemu orang nomor satu di Cianjur itu belum kesampaian lantaran Herman sedang
menghadiri kegiatan Cianjur Ngawangun Lembur di Kecamatan Cilaku.
Dari awal, aksi sudah mulai memanas. Petugas Satpol PP menutup rapat pintu gerbang komplek Pemkab Cianjur. Karena mahasiswa memblokade ruas Jalan Siliwangi hingga terjadi kemacetan, pintu gerbang pun dibuka.
Mahasiswa pun masuk ke kawasan komplek Pemkab Cianjur. Namun, mahasiswa kembali diadang barikade Satpol PP sehingga tak bisa mendekati Pendopo. Sempat terjadi keributan antara mahasiswa dan Satpol PP.
Baca juga: 11 Ribu Warga Cianjur Dicoret sebagai Penerima Bantuan Iuran JKN
Keributan tak berkepanjangan karena bisa diredam. Mahasiswa pun kembali memblokade ruas Jalan Siliwangi di dekat pintu gerbang. Akan tetapi, aksi kembali memanas saat mahasiswa berupaya membakar ban bekas. Anggota Polres Cianjur berupaya membawa ban bekas tersebut agar tak dibakar.
Sejumlah mahasiswa lain membakar dus bekas air minum dalam kemasan. Saat api mulai membesar, sejumlah anggota polisi berupaya memadamkan.
Namun, diduga ada mahasiswa yang menyiramkan bensin ke arah api. Tak ayal api membesar dan menjilat anggota polisi.
Setidaknya terdapat tiga anggota polisi terbakar. Dua di antara mereka mengalami luka bakar serius. Mereka adalah Aiptu Erwin Yuda, anggota Polsek Cianjur Kota, serta Bripda Aris Simbolon dan Bripda Yudi anggota Satuan Sabhara Polres Cianjur. Mereka pun langsung dievakuasi ke IGD RSUD Sayang Cianjur.
Anggota Polres Cianjur bergerak cepat menangkap para mahasiswa yang diduga jadi provokator. Informasi sementara terdapat sekitar 11 orang mahasiswa yang diamankan. Belum ada keterangan resmi dari petinggi di Polres Cianjur.
Sebelum insiden, koordinator aksi, Fadlan Abdul Basith, yang sempat diwawancara, mengatakan ada tujuh tuntutan yang menjadi raport merah Pemkab Cianjur. Di antaranya soal isu reformasi birokrasi, pendidikan, serta indeks pembangunan manusia (IPM).(OL-5)
Perang tersebut terlalu menguras anggaran negara. Padahal, menurut dia, situasi internal di Amerika Serikat tidak baik-baik saja dan membutuhkan sokongan.
Delpedro Marhaen bentangkan bendera Iran di PN Jakpus, tuntut Presiden Prabowo mundur dari Board of Peace (BoP) dalam sidang putusan kasus penghasutan.
Gelombang protes pecah di penjuru Amerika Serikat usai tewasnya Ali Khamenei. Demonstran sebut kebijakan Trump sebagai bentuk tirani dan menyeret AS ke perang tanpa akhir.
Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (Dema PTKIN) Se-Indonesia mengapresiasi pola pengamanan kepolisian dalam aksi unjuk rasa mahasiswa.
Mahasiswa diimbau untuk tetap menyampaikan aspirasi secara damai dan konstitusional, khususnya di bulan suci Ramadan.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut pidana penjara 10 bulan terhadap 21 terdakwa kasus kerusuhan demonstrasi yang terjadi pada Agustus 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved