Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PEGUNUNGAN Meratus di Kalimantan Selatan tidak hanya menyimpan kekayaan berupa hasil hutan alam maupun sumber daya mineral dan batubara, tetapi juga hasil hutan bukan kayu termasuk beragam tanaman berkhasiat. Beragam jenis tanaman hutan Meratus telah dimanfaatkan masyarakat lokal secara turun-temurun sebagai obat-obatan tradisional mulai dari akar, batang pohon, daun dan buah. Beberapa obat-obatan tradisional ini bahkan sudah terkenal hingga mancanegara. Di antaranya Pasak Bumi, Tapak Barito serta Kayu Manis.
Pegunungan Meratus berada di tenggara Kalimantan, membentang di bagian utara-selatan sepanjang 600 kilometer persegi hingga perbatasan Kalteng dan Kaltim. Pegunungan Meratus mempunyai luasan 9.113,48 km2 dan menjadi bagian delapan kabupaten di Kalsel.
Kawasan hutan Pegunungan Meratus memiliki keanekaragaman hayati yang bisa dikembangkan bagi kebutuhan masyarakat. Salah satunya adalah beragam jenis tanaman obat (herbal). Herbal adalah tanaman atau tumbuhan yang mempunyai kegunaan atau nilai lebih dalam pengobatan.
Dr Sutomo, Peneliti pada Prodi Farmasi Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, mengatakan pihaknya telah melakukan penelitian terhadap lima jenis tanaman liar yang banyak terdapat di kawasan hutan Pegunungan Meratus. Dan hasilnya adalah tanaman tersebut dapat dikembangkan sebagai bahan baku farmakopi herbal.
"Ada banyak jenis tanaman di hutan Meratus yang mempunyai khasiat sebagai obat. Beberapa tanaman mulai langka sehingga perlu upaya pelestarian dan Kebun Raya Banua punya peran penting," ujarnya.
Lima jenis tanaman obat dari hutan tropis Meratus yang diteliti selama hampir satu tahun ini antara lain Matoa, Jualing, Bilaran Tapah, Racun Ayam dan Mundar.
"Tanaman ini mempunyai senyawa antioksidan untuk pengobatan penyakit kanker, jantung dan sebagainya," ungkap Sutomo yang berharap agar koleksi tanaman obat di Kebun Raya Banua dapat terus ditambah.
Bilaran Tapah (merrenia peltata) misalnya daunnya berbau khas dan pahit. Berkhasiat sebagai obat anti kanker payudara dengan cara meminum ait rebusan daunnya. Bilaran Tapah juga bisa untuk pengobatan luka dan bengkak dengan cara menempelkan daun yang sudah dihaluskan. Kemudian Jualing (micromelum minulum) adalah tanaman perdu
setinggi 3-15 meter dengan ciri kulit batang licin dan berwarna gelap, daun jualing beraroma menyengat dan khas. Juga ada Mundar (garcia forbesii king) jenis buah-buahan lokal berkhasiat karena kaya antioksidan yang bisa digunakan sebagai obat kanker, diabetes, hipertensi, jantung, stroke, alzheimer dan antibakteri.
Menurut Sutomo ada banyak jenis tanaman hutan Meratus lain yang selama ini banyak digunakan masyarakat lokal khususnya suku Dayak sebagai obat. Sebelumnya ada beberapa jenis tanaman yang sudah banyak digunakan sebagai tanaman obat oleh masyarakat secara tradisional seperti Sintuk, Kasturi, Tapak Barito, Kayu Manis dan Pasak Bumi.
Pusat Penelitian Herbal
Pemerintah Provinsi Kalsel berencana membangun Pusat Penelitian Tanaman Obat (Herbal) endemik Kalimantan di kawasan Kebun Raya Banua yang ada di Kota Banjarbaru.
"Kita telah bekerjasama dengan Program Studi Farmasi Universitas Lambung Mangkurat dan berhasil meneliti beragam tanaman endemik Kalimantan mempunyai khasiat sebagai obat. Ke depan kita akan membangun Pusat Penelitian Tanaman Obat," tutur Kepala UPT Kebun Raya Banua Kalsel, Agung Sriyono.
baca juga: Iuran BPJS Kesehatan Naik Bisa Membenani Rakyat
Kebun Raya Banua sendiri sudah beberapa kali menerjunkan tim ekspedisi untuk mengumpulkan tanaman langka untuk memperkaya koleksi termasuk tanaman obat-obatan dari berbagai wilayah kabupaten. Saat ini Kebun Raya Banua Kalsel telah memiliki 720 jenis atau 6.152 spesies tanaman yang ditanam pada lahan seluas 100 hektar.
Kebun Raya Banua merupakan kebun raya dengan spesipikasi tanaman obat dan konservasi tanaman langka khas Kalimantan. Kebun Raya Banua saat ini juga sudah menjadi salah satu lokasi tujuan pariwisata di Kalsel. Tercatat jumlah pengunjung ke Kebun Raya Banua pada 2018 sebanyak 17.188 dan meningkat menjadi 31.085 orang. (OL-3
Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang kompleks akibat imunitas parsial, pembawa asimtomatik, dan resistensi insektisida.
MEDIAINDONESIA.COM, 8 Februari 2026, menurunkan berita berjudul ‘Lebih Awal, Arab Saudi Mulai Terbitkan Visa Haji 2026 Hari Ini’.
PENINGKATAN keamanan pangan membutuhkan kebijakan yang tepat demi mewujudkan kesehatan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang lebih baik di masa depan.
Jika langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini, jumlah kasus kanker diprediksi akan meningkat hingga 70% pada 2050.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti penghapusan 11 juta peserta PBI BPJS dan meminta penonaktifan tidak mendadak serta disertai sosialisasi.
INDONESIA turut ambil bagian dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN Muslim Youth Summit (ASEAMYS) 2026 yang digelar di Brisbane Technology Park, Australia, pada 6-7 Februari 2026.
Satu dari tiga pasien mampu mencapai penurunan berat badan lebih dari 20%, sebuah angka yang selama ini identik dengan hasil terapi suntikan mingguan.
Data kesehatan terbaru menunjukkan 1 dari 4 orang dewasa di Indonesia hidup dengan kondisi obesitas atau kelebihan lemak perut.
Akses masyarakat terhadap obat-obatan esensial dinilai terancam setelah perubahan regulasi paten terbaru.
Lucia menjelaskan ketika terjadi bencana banyak orang yang terkena luka bisa karena seng, paku, dan sebagainya maka diberikan serum anti tetanus, untuk mencegah infeksi.
Obat dapat berasal dari bahan kimia, tumbuhan, maupun hewan, dan biasanya digunakan dengan dosis tertentu agar aman dan efektif.
Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) mengadakan seminar “Peran Strategis GPFI dalam Menegaskan Prinsip 4K untuk Menunjang Kesehatan Nasional”
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved