Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

BNPB Operasikan Helikopter Padamkan Kebakaran di Gunung Arjuno

Bagus Suryo
02/8/2019 20:05
BNPB Operasikan Helikopter Padamkan Kebakaran di Gunung Arjuno
Satu helikopter waterbombing milik BNPB tiba di Lapangan Udara Abdulrachman Saleh, Malang, Jumat (2/8).(MI/Bagus Suryo)

Operasi pemadaman kebakaran hutan di Gunung Arjuno, Jawa Timur, dipastikan menggunakan pemadaman dari udara atau waterboombing. Kepastian itu setelah satu unit helikopter penyemprot air milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tiba di Lapangan Udara Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat (5/8).

Pemadaman kebakaran hutan menggunakan waterboombing merupakan yang pertama kali dalam sejarah kebaran hutan di Kota Batu dan sekitarnya. Upaya tersebut dilakukan setelah petugas kewalahan memadamkan bara api secara manual di tebing curam kawasan setempat.

Setelah helikopter milik BNPB itu mendarat di Bandara Abdulrahman Saleh Malang, petugas BNPB langsung menggelar rapat koordinasi dengan personel BPBD Kota Batu, Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, BPBD Provinsi Jatim,  BPBD Kabupaten Malang, Pangkalan TNI AU Abdulrachman Saleh, dan kru pesawat.

Mereka membahas teknis pemadaman yang rencananya akan dilakukan, Sabtu (6/8) siang setelah melakukan kaji cepat dari udara. Sejauh ini tim gabungan sudah melakukan asesmen titik api yang akan dipadamkan termasuk menentukan rute penerbangannya.

"Operasi pemadaman akan diawali dengan observasi pada Sabtu pagi. Kalau memungkinkan, Sabtu siang langsung pemadaman dari udara," tegas Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu, Jawa Timur, Achmad Choirur Rochim kepada Media Indonesia, Jumat (5/8).

Ia menjelaskan personel yang melakukan pemadaman secara manual di kawasan hutan Gunung Arjuno sudah ditarik turun seluruhnya, kini mereka kembali ke pos. Di kawasan hutan itu pun sudah steril dari semua aktivitas petugas pemadaman darat, pendaki dan masyarakat.

Adapun air yang akan digunakan untuk pemadaman kebakaran hutan diambilkan dari Bendungan Selorejo, Ngantang, Kabupaten Malang.

"Dalam rangka pengamanan pelaksanaan operasi pemadaman udara, maka pelaksanaan operasi pemadaman darat dihentikan dan seluruh personel yang masih melaksanakan aktivitas pemantauan atau pemadaman ditarik kembali ke posko terhitung Jumat pukul 16.00 WIB," ungkapnya.

Hutan konservasi Gunung Arjuno terbakar pada Minggu (28/7) lalu. Areal yang ludes terbakar di Brak Seng, Pure, Gandon dan sekitar Gentong Growah semula seluas 40 ha, lalu meluas menjadi 70 ha, dan berdasarkan data terakhir sudah mencapai 300 ha.

Sedangkan luas kawasan hutan di Gunung Arjuno yang menjadi kewenangan Tahura Raden Soerjo itu mencapai 7.000 ha meliputi wilayah Kota Batu, Kabupaten Malang, Kabupaten Kediri, Kabupaten Jombang, Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Pasuruan.(BN/OL-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya