Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kian pekat menyelimuti Kota Pekanbaru seiring meningkatnya jumlah titik panas di Riau. Kabut asap pada Selasa (30/7), berimbas pada berkurangnya jarak pandang dari biasanya 10 kilometer (Km) kini terbatas pada 4 Km saja.
"Kabut asap yang melanda Kota Pekanbaru menyebabkan jarak pandang menurun menjadi 4 Km," kata Kasi Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru Marzuki, Selasa (30/7).
Berdasarkan pantauan terakhir satelit terra dan aqua, jumlah titik panas di Riau mencapai 60 titik yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota. Jumlah terbanyak terdeteksi di Pelalawan dengan 30 titik, Indragiri Hilir 15 titik, Rokan Hilir 8 titik, Bengkalis dan Indragiri Hulu masing-masing 2 titik panas, serta Kampar, Siak, dan Kuantan Singingi masing-masing satu titik panas.
Sementara kondisi kabut asap dari Karhutla Riau yang menyelimuti Kota Pekanbaru pada Selasa (30/7) kian memburuk. Kabut dengan bau asap sisa pembakaran hutan terasa menusuk dan menyesakkan dada. Namun hingga kini belum ada laporan dampak kabut menyebabkan aktivitas belajar mengajar di sekolah terhenti.
"Belum ada laporan kalau aktivitas sekolah diliburkan. Tetapi kami mengimbau agar sekolah dan anak didik supaya memakai masker," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal.
Imbauan untuk memakai masker, lanjut Jamal, merupakan antisipasi dari Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru terkait bahaya paparan kabut asap yang sangat tidak sehat. "Kita tunggu arahan (sekolah diliburkan) dari Provinsi. Jika semakin memburuk, kita akan ambil keputusan sendiri," tegasnya.
Selain itu, Dinas Kesehatan Provinsi Riau mulai membagikan masker kepada pengendara di jalan. Pembagian masker dilakukan pada sejumlah lokasi di Pekanbaru, dan Kabupaten Pelalawan. Dua daerah ini menjadi wilayah yang paling terdampak oleh kabut asap dalam beberapa hari terakhir.
"Kami membagikan masker kepada pengguna jalan yang melintas. Ada beberapa lokasi yang menjadi tempat pembagian masker," kata Rozita, pegawai Dinas Kesehatan Riau dalam pembagian masker di depan kantornya Jalan Cut Nyak Dien Pekanbaru.
Sementara itu, tim pemadam manggala agni masih bertukus lumus dalam memadamkan Karhutla yang kian meluas di Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau. Lokasi kebakaran bertambah dari lahan sawit dan semak belukar seluas 6 hektare saat ini api sejak Senin (29/7) sore juga sedang membara di Jalan Gelatik dengab luas terbakar mencapai 7 hektare.
"Kami masih melakukan upaya pemadaman lanjutan di dua lokasi Desa Karya Indah. Pemadaman akan dilanjutkan esok hari jika api tidak bisa dikendalikan pada hari ini," ungkap Komandan Manggala Agni Daops Pekanbaru, Edwin Putra.
Lokasi Karhutla di Desa Karya Indah yang merupakan wilayah perbatasan dengan Kota Pekanbaru dikhawatirkan dapat berdampak buruk dengan kian pekatnya kabut asap. Namun demikian, aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru masih berlangsung normal meski sudah dilanda kabut asap Karhutla.(RK/OL-10)
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Gelombang panas ekstrem melanda tenggara Australia. Enam kebakaran besar berkobar di Victoria, suhu tembus 48,9 derajat Celcius.
Cile dilanda krisis kebakaran hutan hebat. 20 orang tewas dan kota-kota di wilayah selatan hangus. Warga sebut tragedi ini lebih buruk dari tsunami.
Negara bagian Victoria, Australia, tetapkan status darurat akibat kebakaran hutan hebat. Satu orang tewas dan ratusan rumah hancur saat api melahap lahan seluas dua kali London.
Efikasi masyarakat dan norma kelompok terbukti lebih berpengaruh terhadap partisipasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibandingkan pendekatan berbasis rasa takut.
Kemudian, memastikan masyarakat lokal, yang paling tahu tentang gambut, mendapatkan pelatihan dan dukungan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved